bus Trans Siginjai

Hingga Pertengahan Januari, Bus Trans-Siginjai Masih Gratis

Galat basis data WordPress: [Got error 28 from storage engine]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_options`

Galat basis data WordPress: [Got error 28 from storage engine]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_options`

Galat basis data WordPress: [Got error 28 from storage engine]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_options`

Jambi, MobilKomersial.com – Hingga pertengahan Januari mendatang, tranportasi bus massal Trans-Siginjai Jambi masih tidak dipungut biaya alis gratis. Hal tersebut seperti disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi, Varial Adhi Putra yang mengatakan tarif jasa bus Trans-Siginjai masih belum memberlakukan uang ongkos perjalanan.

“Kami bersama Damri belum memberlakukan tarif untuk penumpang Trans-Siginjai karena belum ada pihak ketiga yang memenangkan lelang pembiayaan operasional bus tersebut,” kata Varial seperti dikutip dari Antara di Jambi, Jumat (5/1).

Varial menuturkan, bus angkutan massal tersebut tidak akan dipungut biaya selama proses lelang dan sebelum ada pemenang tender. “Pertengahan Januari 2018 ditargetkan sudah ada pemenang tender operasional bus itu sehingga tarif angkutan yang sudah direncanakan bisa diterapkan,” kata Varial.

Ditanggung Damri

Selama ini, semua biaya terkait operasional bus masih ditanggung pihak Damri sebagai pihak pengelola bus. Varial menyebutkan bahwa tarif angkutan nantinya tetap mengacu pada rencana awal, yaitu Rp 3.000 per penumpang. “Tarif tetap disubsidi, dan besarnya tarif Rp3.000 per penumpang,” katanya menjelaskan.

Sebelumnya, awal Desember 2017, lima bus Trans-Siginjai milik Pemerintah Provinsi Jambi telah beroperasi. Rute bus itu dari kawasan perkantoran Gubernur Jambi tepatnya di depan Kantor Inspektorat Provinsi Jambi melaju ke Simpang BI dan terus ke arah Universitas Jambi, Telanai. Kemudian melaju dan berhenti lagi di depan Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi di kawasan Telanaipura hingga ke Universitas Jambi dan Keluarahan Pijoan di Kabupaten Muarojambi.

Ada 19 titik halte yang dioperasikan, tujuh di antaranya adalah halte yang didirikan secara permanen, sementara 12 halte lainnya dibuat portabel.

Sementara di dalam bus ini cukup nyaman, fasilitas yang disediakan seperti bus pada umumnya, ada AC, tempat sampah, apar pemadam kebakaran, bahkan ada juga buku doa bagi penumpang. Untuk tempat duduk disetel berhadapan sebab di tengah-tengah dikhususkan bagi penumpang yang berdiri.

Sumber : Antara

Tinggalkan Balasan