home Berita Terkini, Tips Salah Kaprah dalam Penggunaan Lampu Mobil

Salah Kaprah dalam Penggunaan Lampu Mobil

 

Salah Kaprah dalam Penggunaan Lampu Mobil

Lampu adalah salah satu komponen vital pada kendaraan. Namun tidak jarang demi mengejar tren, ingin eksis bahkan salah kaprah dalam penggunaannya, justru malah mengubah fungsi utamanya sebagai sumber penerangan dan penanda (sign) bagi pengguna jalan yang lain.Perubahan yang salah kaprah ini sebenarnya bisa mengundang bahaya. Berikut ini adalah beragam aksi salah kaprah dalam pemasangan lampu yang dipaparkan oleh pakar otomotif, Bebin Djuana :

Foglamp (lampu kabut) dipasang  di belakang

Tren pemasangan foglamp di lampu belakang marak terjadi di tahun 70’an. Kala itu demi mengejar tren, banyak pengemudi yang memasang lampu kabut tersebut di lampu belakang. Perilaku ini tergolong membahayakan. Sebab cahaya yang terpancar sangat terang, dan imbasnya akan menyilaukan mata pengemudi di belakangnya.

Lampu jenis halogen pada multi-reflektor

Tren ini marak ketika lampu halogen mulai banyak masuk ke pasar domestik Indonesia. Kala itu untuk mengejar supaya pendaran cahaya lebih terang, dan multi-reflektor pun dipasangkan dengan halogen. “Manusia terkadang tidak ada puas-puasnya, padahal halogen sudah cukup terang, eh ini malah ditambah reflektor,” cerita Bebin, yang sekarang aktif menjadi penyiar di radio Sonora Jakarta.

Alhasil, tingkat keterangan pun bertambah dengan kombinasi antara halogen dan multi-reflektor. Hal itu sebenarnya membuat pendaran cahaya memancar kemana-mana, menyebabkan fokus penerangan ke arah depan menjadi tidak jelas. Pengemudi kendaraan yang berlawanan arah pun akan terganggu penglihatannya lantaran merasa silau.

Peningkatan watt demi mengejar keterangan

Tren yang cukup terkenal saat itu adalah peningkatan watt. Dengan masuknya halogen, banyak yang beranggapan bila meningkatkan Watt akan menyebabkan lampu menjadi lebih terang. “Contohnya adalah peningkatan dari 55 Watt menjadi 150 Watt, yang marak pada awal tahun 90’an. Justru dengan menaikkan Watt, membuat bohlam mudah putus karena asupan daya listriknya terlalu besar melebih kemampuannya,” jelas Bebin.

Memasang multi-reflektor dengan mika

Salah satu penyebab reflektor mudah meleleh lantaran salah perawatan. Para pengguna terkadang mencoba cara baru yang tergolong berbahaya, seperti memasang mika pada lampu yang sudah mengadopsi desain multi-reflektor. “Memasang mika dengan multi reflektor justru dapat melelehkan reflektornya, hal ini marak di awal tahun 90’an,” pungkas pria lulusan fakultas teknik mesin Universitas Trisakti yang ditemui MobilKomersial.com lalu.

 

 

Saringan Udara Ferrox juga tersedia untuk Motor, Mobil, Bis dan Truk

Tinggalkan Balasan