home Berita Terkini, Profil Massimo Tamburini, Tinggalkan Warisan Bagi Industri Sepeda Motor

Massimo Tamburini, Tinggalkan Warisan Bagi Industri Sepeda Motor

Massimo Tamburini, Tinggalkan Warisan Bagi Industri Sepeda Motor

Meninggalkan warisan bagi industri sepeda motor rasanya sangat tepat ditujukan bagi seorang Massimo Tamburini. Pasalnya, pria yang menutup usia di usia ke 70 karena penyakit kanker ini, dikenal dunia sebagai figur desainner dua varian motor kenamaan didunia yakni,  Ducati 916 Superbike dan MV Agusta F4.

Lahir di Ramini, 28 November 1943, Tamburini mempunyai gairah yang besar akan sepeda motor sejak dini.

Seperti dikutip dari buku Ducati People: Looking Into the Lives of the Men and Women Behind this Legendary Marque, Tamburini hanya memiliki obsesi tunggal akan sepeda motor.

“Aku selalu memiliki passion yang besar akan sepeda motor. Ibu saya sering mengeluhkan hal tersebut ketika saya masih kecil, menyebutnya obsesi saya! Saya tidak ada gairah lain mendesain selain hal tersebut,” jelas Tamburini.

mobkom-image-massimo-tamburini-tinggalkan-warisan-bagi-industri-sepeda-motor
Foto: Istimewa

Selain itu, sebagai tukang setting motor, tamburini juga sudah terbilang mahir menyetting sebuah sepeda motor.

Hal tersebut tampak dari masa muda Tamburini dikenal sebagai tukang setting motor yang handal di Rumini, kampung halamannya. Dengan peningkatan akan tenaga dan kemudi sehingga membuat motor menjadi lebih ringan, Tamburini menjadi terkenal di seantero Italia karena ubahannya pada MV Agusta 600.

“Sebuah transformasi dilakukan dari motor touring yang jelek dan malas menjadi sportster yang lincah dan cepat adalah hal sensasional yang dilakukannya,” papar Jurnalis Mick Walker, dikutip dari buku Italian Racing Motorcycles.

Dan karya pertama Tamburini adalah desain motor yang mengambil dasaran MV Agusta 750 Sport, yang rampung digarap pada 1971 dengan pengelasan rangka yang dia kerjakan sendiri.

Melanjutkan karir sebagai pendiri Cagiva Research Center, semua karya Tamburini lahir dibawah merek-merek yang berputar di sekitar itu seperti Cagiva, Ducati, MV Agusta dan Bimota. Bahkan dua huruf di kata “Bimota” diambil dari dua kata di “Tamburini”.

mobkom-image-massimo-tamburini-tinggalkan-warisan-bagi-industri-sepeda-motor
Foto: Ducati

Karya terbesarnya yaitu Ducati 916 Superbike lahir ketika Ducati masih dimiliki Cagiva.

Dimana pada varian tersebut, sang desainner motor tersebut menyematkan desain lengan ayun tunggal satu sisi dan konfigurasi pembuangan di bawah ekor, motor ini membawa ethos desain baru untuk Ducati.

Sementara karya Tamburini dalam firma Bologna itu telah memetapkan sebuah tenor baru untuk estetika motor Ducati, dimana pengaruh desainnya masih terbawa sampai sekarang.

mobkom-image-massimo-tamburini-tinggalkan-warisan-bagi-industri-sepeda-motor
Foto: Istimewa

Dan untuk MV Agusta, karya Tamburni membawa pengaruh yang lebih besar. Hal itu karena dengan hadirnya MV Agusta F4 dan Brutale, perusahaan asal Varese ini masih menggunakan pola desain kedua varian tersebut samapai model-model terkini.

Penghargaan pun dilayangkan padanya, kedua mahakarya Tamburini itu dipamerkan pada pameran The Art of Motorcycle di Guggenheim Museum, New York pada tahun 1998-1999.

Admin

Jurnalis muda yang bersemangat dan selalu ingin belajar. Sekarang berkonsentrasi dalam dunia otomotif di MobilKomersial.com

Tinggalkan Balasan