home Berita Terkini, Transportasi Kemenko PMK Minta Tindakan Tegas Bagi Pelanggar Lalu Lintas

Kemenko PMK Minta Tindakan Tegas Bagi Pelanggar Lalu Lintas

Kemenko PMK Minta Tindakan Tegas Bagi Pelanggar Lalu Lintas.

Jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudaan (Kemenko PMK) mendukung penuh atas upaya penertiban lalu lintas oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri yang menggelar Operasi Zebra 2017 selama 14 hari, pada 1 sampai 14 November 2017. “Eskalasi pelanggaran lalu lintas saat ini masih sangat fluktuatif, harus ada tindakan tegas untuk memberikan efek jera bagi pengendara,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Nyoman Shuida, Jakarta, Selasa Siang (07/11).

Operasi Zebra

Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra melaporkan, selama 6 hari ini jumlah kendaraan yang ditilang pada Operasi Zebra 2017 sebanyak 55.447, sedangkan pada 2016 sebanyak 37.065. Data ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas masih sangat kurang dan Nyoman sangat mengapresiasi operasi zebra tersebut mengingat hal tersebut adalah bagian dari gerakan indonesia tertib.

Mental Si Pengendara

Menurut Nyoman, adanya pelanggaran lalu lintas disebabkan mental pengendara yang tidak sabaran dan tidak peduli dengan aturan. Padahal banyak pengemudi motor ataupun mobil adalah orang yang paham aturan tetapi tetap saja melangar, contohnya melawan arus. “Mereka yang melanggar bukanlah orang yang buta huruf, kadangkala ada mobil pejabat melanggar lampu merah, itu bukan orang yang buta huruf. Ini kenapa kesadaran berlalu lintas harus dibangun bersama-sama baik dari kalangan bawah, aparatur, pejabat, atau para tokoh,” tutur Nyoman.

Kecelakaan Mendominasi

Saat ini, kecelakaan di jalan raya masih terbilang sebagai mesin “pembunuh” yang mengerikan. Hal ini tentu mengambil perhatian pejabat PMK itu untuk mengingatkan kembali agar masyarakat bersama-sama membangun kesadaran dan menerapkan nilai-nilai revolusi mental, salah satunya dengan gerakan Indonesia tertib. “Tertib itu intinya dari diri kita sendiri, secara sadar kita tidak melakukan pelanggaran. Saya yakin jika ini bisa dilakukan dari diri sendiri, maka akan menular ke orang lain,” jelas Nyoman.

Korlantas Polri

Kemenko PMK dalam mendukung upaya Korlantas Polri untuk mewujudkan masyarakat yang tertib lalu lintas telah melakukan langkah Koordinasi dengan beberapa Kementerian dan Lembaga terkait khususnya dalam optimalisasi gugus tugas nasional di beberapa provinsi. “Kami bersama-sama tidak pernah berhenti untuk terus mewujudkan Indonesia yang melayani, bersih, tertib, mandiri, dan bersatu. Gerakan ini adalah gerakan penyadaran kembali untuk melakukan sesuatu yang lebih baik ke depan,” tutur Nyoman lagi.

Revolusi mental

Nyoman mengaku bahwa saat ini upaya untuk menanamkan nilai-nilai revolusi mental di masyarakat tidaklah mudah. Membutuhkan proses yang panjang dan dukungan oleh berbagai pihak. Karenanya ia menginginkan masyarakat secara luar lebih sabar dan sadar ketika di jalanan. “Mari kita lebih tertib kembali ketika berlalu lintas. Peralatan dan aksesoris yang ada di mobil jangan sampai dilepas. Sabar di jalan, menghargai orang lain di jalan, saling menghormati di jalan, maka gerakan Indonesia tertib akan mampu menekan angka kecelakaan di jalan raya,” ungkap Nyoman lagi.

Kemenko PMK Minta Tindakan Tegas Bagi Pelanggar Lalu Lintas
Kemenko PMK Minta Tindakan Tegas Bagi Pelanggar Lalu Lintas

 

 

Bus Transjabodetabek Premium Wajib Gunakan Lajur 1 di Jalan Tol Jagorawi

Tinggalkan Balasan