home Advertorial, Aftermarket, Berita Terkini, Transportasi E-Toll Card Masih Memiliki Kekurangan Dalam Prakteknya Di Lapangan

E-Toll Card Masih Memiliki Kekurangan Dalam Prakteknya Di Lapangan

E-Toll Card Masih Memiliki Kekurangan Dalam Prakteknya Di Lapangan.

MobilKomersial.com – Sesuai dengan instruksi Jokowi selaku Presiden Republik Indonesia, mewajibkan penggunaan uang elektronik atau e-toll untuk dapat menggunakan jalan bebas hambatan. Hal tersebut guna mengurai kemacetan yang kerap kali ditemui di pintu gerbang tol. Diharapkan dengan penggunaan uang elektronik, pembayaran dapat dilakukan dengan lebih cepat dan kemacetan akibat antrian yang menumpuk dapat di atasi.

Akan tetapi, menurut Dedy Untoro Harli, Ketua Bidang Angkutan Distribusi & Logistik DPD APTRINDO Jateng, dari laporan sopir dan pengamatan dilapangan penggunaan e-toll card masih banyak kelemahannya yang perlu dibenahi.

“Sering terjadi, e-toll card gagal digunakan dengan sekali sentuhan dan sopir harus melakukannya berulang kali atau kadang harus membunyikan klakson terlebih dulu, baru portalnya bisa terbuka,” ujarnya.

Slow Respons Gerbang Tol

Slow respons dari gerbang pintu tol tersebut terkadang membuat sang sopir harus melakukan berulang kali ketika ingin melintasi jalan bebas hambatan tersebut. Tak jarang sekali melintas gerbang tol, saldonya berkurang hingga 2-3 kali lipat dari yang seharusnya.

Lalu ada juga kasus e-toll card tidak dapat difungsikan di gerbang tol yang satu, namun bisa kembali berfungsi ketika digunakan di gerbang tol yang lain. Padahal sopir sudah terlanjur membeli e-toll card yang baru lagi. Akibatnya seorang sopir bisa memiliki beberapa kartu yang malah membingungkan dirinya.

Batas Waktu

Transaksi menggunakan e-toll card juga ada batas waktunya (time limit), jika dari gerbang asal (tap in) ke gerbang akhir (tap out) lebih dari 12 jam, maka transaksi akan dibatalkan secara otomatis. Padahal sering terjadi sopir truk ketiduran akibat kelelahan atau melakukan perbaikan kendaraan di rest area sambil menunggu bantuan mekanik / kiriman spare parts dari poolnya.

Kesalahan Golongan

Dan ada juga kasus kesalahan golongan. Beberapa sopir melaporkan adanya kesalahan golongan. Misalnya kendaraan yang seharusnya masuk ke golongan 1, ternyata terdeteksi sebagai golongan 3. Atau kendaraan yang seharusnya masuk ke golongan 4, terdeteksi sebagai golongan 2.

Susah Melakukan Top Up

Akan tetapi, yang lebih penting adalah keterbatasan dalam melakukan pengisian saldo atau top up yang hanya dapat dilakukan di mini market tertentu dan bank yang kadang keberadaannya jauh dari pool. Hal ini tentu menjadi kendala yang cukup berarti.

Harli juga menghimbau, agar bank-bank penerbit e-toll card mau mendatangi pool-pool besar truk dan menginstal alat pengisi saldo (top up) bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan truk anggota APTRINDO dengan discount khusus seperti yang berlaku pada mini market yang menjadi partnernya,” harapnya.

 

Bulan Oktober Bayar Tol Wajib Menggunakan Uang Elektronik

One thought on “E-Toll Card Masih Memiliki Kekurangan Dalam Prakteknya Di Lapangan

Tinggalkan Balasan