home Berita Terkini, Transportasi Trans Patriot Belum Beroperasi, Tunggu Sampai Akhir November

Trans Patriot Belum Beroperasi, Tunggu Sampai Akhir November

Bekasi, MobilKomersial.com – Pemkot Bekasi membeli sembilan unit bus berukuran sedang untuk armada Trans-Patriot, angkutan massal baru di wilayah Bekasi yang akan melayani penumpang dengan trayek Terminal Bekasi-Pondok Gede, Terminal Bekasi-Sumber Artha, Terminal Bekasi-Wisma Asri, Terminal Bekasi-Bantargebang, dan Terminal Bekasi-Harapan Indah.

Bus medium berkapasitas 30 penumpang ini ternyata akan molor dalam pengoperasiannya. Sedianya, Trans Patriot ini mengaspal pada awal September namun jadwal berubah menjadi di akhir November.

Pemicunya, e-catalog pengadaan bus dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) baru diterima pemerintah awal September.

Seperti dilansir Warta Kota, “Pemerintah tidak memiliki waktu yang cukup, karena e-catalog yang diberikan baru sebatas harga penawaran saja,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana pada Selasa (3/10).

Yayan mengatakan, pihak ketiga memerlukan waktu untuk menyiapkan sarana dan fasilitas penumpang bus. Misalnya bangku, pegangan tangan hingga karoseri armada.

“Jadi waktunya sangat mepet, sehingga kami mengundur jadwal pengoperasian bus tersebut,” kata Yayan. Meski demikian, Yayan tidak mempersoalkan adanya keterlambatam pengadaan bus ini. Alasannya, pemerintah lebih mengutamakan keamanan dan ketertiban administrasi dalam pengadaan bus. Dia berkaca pada kasus pengadaan Transjakarta beberapa waktu lalu yang merenggut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono.

“Kita nggak ingin seperti itu, makanya nggak apa-apa telat yang penting tetap beroperasi dan sesuai dengan aturan yang ditetapkan,” kata Yayan.

Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB) M. Harun Al Rasyid menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) guna meminta izin supaya Trans Patriot bisa masuk ke halaman Stasiun Bekasi dan Stasiun Kranji. Dia menilai, arus lalu lintas di Jalan Sudirman dan Jalan Ir. H. Djuanda sangat padat, sehingga rawan terjadi kemacetan.

“Kita akan minta izin ke PT KAI, supaya Trans Patriot bisa masuk ke halaman untuk menjemput penumpang setelah turun dari kereta,” kata Harun. Harun menjelaskan, ada dua trayek yang dilintasi oleh Trans Patriot yang seluruhnya bermuara ke Terminal Bekasi.

Pertama, Harapan Indah-Terminal Bekasi dan kedua Pondokgede-Terminal Bekasi. “Ke depan akan ada penambahan koridor menyusul bertambahnya pengadaan bus ini,” jelas Harun.

Soal tarif penumpang, kata Harun, pemerintah masih meramu formulanya.

Namun dia memperkirakan tarifnya tidak jauh berbeda dengan Transjakarta Rp 3.500 per orang.

“Tarif belum ditetapkan, karena kami masih mengkajinya, namun diperkirakan antara Rp 3.500 sampai Rp 5.000 per orang,” ungkapnya.

 

Sumber : Warta Kota

Tinggalkan Balasan