home Aftermarket, Berita Terkini IRSA Wujud Apresiasi Kepada Kota dan Kabupaten Terbaik Dalam Hal Tata Kelola Keselamatan Jalan

IRSA Wujud Apresiasi Kepada Kota dan Kabupaten Terbaik Dalam Hal Tata Kelola Keselamatan Jalan

IRSA Wujud Apresiasi Kepada Kota dan Kabupaten Terbaik Dalam Hal Tata Kelola Keselamatan Jalan.

MobilKomersial.com –  Data Kepolisian Republik Indonesia, fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2016 mencapai 25.869 jiwa, mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2015 (24.336 jiwa) namun menurun cukup signifikan dibandingkan tahun 2014 (28.297 jiwa). Jika diukur dari posisi baseline pada tahun 2010, kinerja keselamatan jalan hingga tahun 2016 berdasarkan tolak ukur tingkat fatalitas per 100.000 penduduk serta tingkat fatalitas per 10.000 kendaraan menunjukkan tren perbaikan, walaupun tingkat fatalitas tersebut cenderung stabil dan bahkan sedikit meningkat dalam dua tahun terakhir. Selain itu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, perubahan beban penyakit kecelakaan lalu lintas dari tahun 1990 hingga tahun 2015 telah berubah dari peringkat 5 meningkat menjadi peringkat 2 setelah penyakit stroke. Data dan fakta tersebut menunjukkan bahwa Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) harus tetap menjadi prioritas utama pemerintah dan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat.

Faktor-faktor penyebab kecelakaan LLAJ yang telah disebutkan diatas juga ditunjang dengan menurunnya minat masyarakat dalam menggunakan angkutan umum. Hal tersebut telah terjadi di sebagian besar kota dan kabupaten di Indonesia. Faktor penyebabnya adalah menurunnya tingkat pelayanan angkutan umum, dimana kualitas sarana dan prasarana angkutan umum terutama di tingkat kota dan kabupaten saat ini masih dibawah standar pelayanan minimum. Penurunan tingkat pelayanan dari angkutan umum ini menyebabkan rasa ketidaknyamanan dan tidak aman sehingga berpengaruh pada menurunnya jumlah penggunaan angkutan umum.

Pejalan Kaki

fasilitas pejalan kaki juga belum mendapat perhatian khusus oleh pemerintah kota dan kabupaten. Pejalan kaki merupakan kelompok pengguna jalan yang rentan menjadi obyek kecelakaan. Tidak hanya menjadi korban kecelakaan, kasus kecelakaan pejalan kaki juga marak dipicu oleh perilaku pejalan kaki yang tidak tertib, seperti menyebrang jalan tidak pada jembatan penyeberangan jalan atau zebra cross. Hal tersebut disebakan oleh fasilitas pejalan kaki yang tidak aman, nyaman dan beralih fungsi tidak sesuai peruntukkannya. Sehingga pejalan kaki kehilangan haknya dan menggunakan badan jalan dalam beraktifitas, hal ini berkontribusi meningkatkan resiko menjadi korban kecelakaan LLAJ.

Sharing Session

Indra Baruna, Direktur Utama Adira Insurance mengungkapkan, “Sharing session ini merupakan bagian dari perjalanan penyelenggaraan IRSA sejak dua tahun lalu. Tentunya kami sangat antusias dapat menyediakan forum untuk mempertemukan pemerintah kota dan kabupaten finalis dengan instansi terkait sehingga hasil dari forum ini dapat dijadikan referensi untuk menerapkan sistem tata kelola keselamatan jalan yang baik di wilayahnya. Dengan adanya sharing session ini, menjadikan IRSA yang tidak hanya sekedar penghargaan melainkan mampu merangkul berbagai pihak untuk saling bersinergi mewujudkan zero accident di Indonesia.”

Selama penyelenggaraannya, IRSA telah bekerja sama dengan 5 pilar keselamatan LLAJ, diantaranya Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kepolisian dan Kementerian Kesehatan. Kolaborasi ini merupakan langkah positif sebagai bentuk sinergi berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong pelaksanaan penerapan tata kelola keselamatan jalan yang baik di Indonesia.

Kecelakaan LLAJ

Hal serupa diutarakan oleh, Ikhwan Hakim, ST, MSc, Ph.D selaku Direktur Transportasi Kementerian PPN/BAPPENAS, “Pencapaian target nasional untuk penurunan korban akibat kecelakaan LLAJ tidak dapat dilaksanakan hanya oleh kementerian/lembaga di tingkat pusat saja, tetapi juga harus didukung oleh seluruh pemerintah daerah, pihak swasta serta masyarakat. Oleh sebab itu, Bappenas mendukung sepenuhnya pelaksanaan IRSA sebagai bentuk kemitraan dengan pihak swasta untuk mendorong keselamatan LLAJ di daerah melalui kompetisi dan saling belajar antar daerah.”

Ajang IRSA

Ajang IRSA itu sendiri merupakan wujud apresiasi kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan. IRSA merupakan rangkaian dari program corporate social responsibility Adira Insurance yang bertajuk kampanye I Wanna Get Home Safely!. Kampanye ini digagas dengan tujuan untuk menurunkan angka kecelakaan di Indonesia serta terus berupaya untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pemerintahan, pihak lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, dan berbagai pihak lainnya untuk terus peduli terhadap keselamatan jalan.

“Atas nama Adira Insurance, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan IRSA, khususnya kepada Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kepolisian, Kementerian Kesehatan, Masyarakat Transportasi Indonesia, Global Road Safety Partnership dan berbagai pihak lainnya. Melalui IRSA mari bersama-sama kita dorong penerapan program keselamatan jalan pada pemerintah kota dan kabupaten untuk mewujudkan Indonesia yang berkeselamatan,” tutup Indra.

IRSA Wujud Apresiasi Kepada Kota dan Kabupaten Terbaik Dalam Hal Tata Kelola Keselamatan Jalan
IRSA Wujud Apresiasi Kepada Kota dan Kabupaten Terbaik Dalam Hal Tata Kelola Keselamatan Jalan
IRSA Wujud Apresiasi Kepada Kota dan Kabupaten Terbaik Dalam Hal Tata Kelola Keselamatan Jalan
IRSA Wujud Apresiasi Kepada Kota dan Kabupaten Terbaik Dalam Hal Tata Kelola Keselamatan Jalan

Tinggalkan Balasan