bus tingkat lorena

Hingga Semester Pertama 2017, Lorena Alami Kerugian Rp 17,66 miliar

Bisnis Bus & Truk Bus & Truk Karoseri

Hingga Semester Pertama 2017, Lorena Alami Kerugian Rp 17,66 miliar

MobilKomersial.com – PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) mengalami kerugian cukup besar hingga Juni 2017. Ketatnya persaingan bisnis transportasi berbasis online dituding menjadi pemicu terus meruginya bisnis Lorena. Tercatat, pendapatan usaha LRNA turun 14,08% menjadi Rp 51,49 miliar. Selain itu, Lorena juga belum berhasil membukukan laba positif dan sebaliknya mencatat kerugian sebesar Rp 17,66 miliar.

Seperti yang disiarkan tertulisnya, bahwa bisnis Lorena mencatatkan penurunan pendapatan per Juni 2017. Di semester pertama 2016, LRNA membukukan pendapatan sebesar Rp 59,94 miliar. Di periode sama tahun ini pendapatan LRNA hanya tercatat sebesar Rp 51,49 miliar.

Sebagaimana diketahui, pendapatan usaha LRNA berasal dari bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), jasa operator transjakarta busway, dan bus AKAP jarak pendek. Adapun pendapatan lain-lain perusahaan meliputi fee jasa penitipan paket, hasil penjualan scrap, penggantian asuransi, dan lain-lain.

Presiden Direktur PT Eka Sari Lorena Transport Tbk, G.T. Soerbakti mengatakan, perusahaan akan merubah secara berangsur-angsur layanan dari kelas eksekutif menjadi kelas super eksekutif untuk meningkatkan tingkat pelayanan kepada para pelanggan.

“Perseroan juga sudah mulai mengevaluasi trayek AKAP, dimana trayek-trayek yang bersinggungan langsung dengan moda transportasi udara dan kereta api sebagian sudah dialihkan ke trayek-trayek lain yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan,”pungkasnya.

Adapun strategi lainnya, Soerbakti memperkuata rute jarak pendek termasuk menjajaki kemungkinan masuk di Jakarta residence connection dan Jakarta airport connection yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), selain memperkuat dan menambah jumlah armada bus di BRT (bus rapid transport) seperti TransJakarta.

Dalam pengembangan bisnisnya, Lorena sudah mulai mengoperasikan armada bus double decker (bis tingkat) Mercedes-Benz OC 500 RF 2542. Hal ini merupakan strategi perseroan untuk menciptakan “product and services differentiation” yang signifikan dibandingkan para pesaingnya.

 

Editor : Dimas

Tinggalkan Balasan