home Berita Terkini, Bus & Truk Cerita Pengusaha Bus Konsumen Hino di Indonesia (Bagian 1)

Cerita Pengusaha Bus Konsumen Hino di Indonesia (Bagian 1)

Cerita Pengusaha Bus Konsumen Hino di Indonesia (Bagian 1)

Dari 280 Bus Harapan Jaya, 159 Diantaranya Bermesin Hino

Jakarta, MobilKomersial.com – Di Indonesia, Hino menjadi salah satu pemain dominan di pasar bus besar. Dengan empat varian yang kini dipasarkan, masing-masing RK 235, RK260 dan RN285 (seluruhnya bermesin belakang), serta A215 (bermesin depan), Hino menguasai lebih dari 50 persen pasar bus besar di Indonesia.

Hino pertama kali menggarap pasar bus di Indonesia sekitar awal 1980-an dan mulai merebut hati pengusaha bus untuk memperkuat armadanya. Sejumlah perusahaan otobus di Pulau Jawa tercatat menjadi pengguna loyalnya. Sebagian dari mereka, 100 persen armadanya adalah bus bermesin Hino. Sebagian lainnya mengoperasikan dari multibrand, termasuk Hino.

Berikut penuturan sejumlah pengusaha bus yang menjadi pengguna Hino, seperti dirangkum oleh situs Hino Global dari beberapa edisi majalah Hino Cares.

Di Jawa Timur, sejumlah perusahaan otobus (PO) tercatat sebagai pengguna loyal bus Hino, baik bus bermesin depan maupun belakang. Satu diantaranya adalah PO Harapan Jaya. Menurut Hino Cares edisi 027, PO yang dimiliki keluarga Sugio Utomo kini mengoperasikan sekitar 280 unit bus. Sebanyak 159 unit diantaranya adalah bus Hino.

Baca juga : Cerita Pengusaha Bus Konsumen Hino di Indonesia (Bagian 2)

Bus-bus Hino Harapan Jaya dioperasikan untuk trayek antarkota dalam provinsi (AKDP) trayek Trenggalek-Kediri-Kertosono-Surabaya dan Trenggalek-Kediri-Pare-Surabaya kelas ekonomi AC/non-AC dan kelas Patas AC, serta trayek bus malam antarkota-antarprovinsi (AKAP) trayek dari kota-kota Blitar, Ponorogo dan Magetan ke kota-kota di Jabodetabek dan Merak.

Bus malam rute ke Merak merupakan trayek terjauh PO bercat dominan kombinasi oranye, kuning dan putih ini. Sugio Utomo menuturkan, PO-nya berdiri pada 1971. Sugio Utomo merupakan generasi kedua dari perusahaan otobus yang didirikan oleh ayah tirinya. Dia mulai resmi mengambil alih manajemen Harapan Jaya pada 1991. Di awal beroperasinya, armada Harapan Jaya masih didominasi oleh bus dari merk lain. Harapan Jaya tercatat sebagai perusahaan otobus pertama di Indonesia yang mengoperasikan bus bersuspensi udara Hino RN 285. Bus ini dioperasikan untuk memperkuat armada bus malam ke kota-kota di Jabodetabek.

“Ketika Hino mengeluarkan RN285, kami putuskan untuk membeli untuk mengetahui sejauh mana performanya saat dipertasikan untuk trayek jauh. Bus ini ternyata mudah dalam perawatannya,” kata Sugio Utomo.

“Mesin Hino sangat kuat. Kendaraan Hino efisien untuk menunjang operasi perusahaan kami,” imbuhnya seraya menyebutkan, trayek terjauh yang ditempuh oleh armada busnya setiap hari mencapai 772 km yang bisa memakan waktu perjalanan selama 17 jam.

                                                                                                                                                                             

Penulis: M. Arif

Tinggalkan Balasan