home Berita Terkini, Transportasi Rem Blong, Truk Crane Terabas 5 Mobil di Rest Area Km 97 Tol Purbaleunyi

Rem Blong, Truk Crane Terabas 5 Mobil di Rest Area Km 97 Tol Purbaleunyi

MobilKomersial.com – Jumat (8/7/2017) petang sekitar pukul 17.30 WIB, sebuah kendaraan crane dengan rem blong milik CV Harapan yang berdomisili di Jl Cilincing-Cakung dengan nomor polisi B 9127 TN, menabrak lima kendaraan pribadi yang sedang parkir di Rest Area Km 97 Jalan Tol Purbaleunyi arah Jakarta.

Akibatnya, satu orang kenek crane mengalami luka ringan dan satu orang pengunjung Rest Area mengalami luka berat. Korban luka berat dievakuasi ke RS Thamrin Purwakarta. Namun nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia di Rumah Sakit. Proses evakuasi kendaraan oleh petugas Jasa Marga Cabang Purbaleunyi memakan waktu hingga tiga jam dengan menggunakan tiga derek kecil, dua derek besar dan satu derek gendong.

Kronologis di lapangan menyebutkan bahwa supir crane yang bernama Fahrudin masuk Rest Area dan baru menyadari rem kendaraan blong, sehingga supir crane memutuskan untuk banting stir ke kiri karena di sebelah kanan adalah pom bensin. Crane baru berhenti ketika menabrak lima kendaraan dan kanopi milik Rest Area.

Menanggapi insiden laka ini, Dwimawan Heru, AVP PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengatakan, pada beberapa ruas jalan tol pihaknya telah memasang ’emergency stopper’, yaitu lajur darurat yang difungsikan untuk kendaraan yang mengalami rem blong. Di Jalan Tol Purbaleunyi, emergency stopper ini terletak di Km 116 arah Jakarta.

Memasuki Rest Area, jalur masuk didesain untuk mengkondisikan kendaraan melambat dengan kecepatan rendah sehingga risiko kecelakaan dapat diperkecil. Selain itu, di seluruh Rest Area tempat parkir kendaraan besar juga dipisahkan dengan kendaraan pribadi.

“Kami mengimbau kepada perusahaan jasa Ekspedisi atau angkutan barang dan logistik serta bus dan angkutan umum dan pengguna jalan lain agar selalu memperhatikan kendaraan dalam kondisi prima sehingga layak operasi, menjaga jarak aman dan memperhatikan rambu lalu lintas,” kata Dwimawan Heru.

Pihaknya juga mengimbau dengan sangat kepada instansi/perusahaan terkait untuk menyeleksi perusahaan penyedia jasa dan memberikan sanksi tegas untuk tidak memakai jasanya kembali jika terjadi kecelakaan fatal dan/atau karena kendaraan tidak layak operasi.

 

Penulis : M.Arief

Tinggalkan Balasan