home Advertorial, Berita Terkini, Mancanegara, Transportasi Peraturan Yang Ketat Bus Di Eropa Guna Meminimalisir Kecelakaan

Peraturan Yang Ketat Bus Di Eropa Guna Meminimalisir Kecelakaan

MobilKomersial.com –  Kecelakaan bus di Indonesia juga sering dialami di luar negeri. Baru-baru ini di negara bagian Bavaria, Jerman telah terjadi serangkaian kecelakaan bus yang mengerikan. Sebelumnya di tahun 2012, Swiss juga mengalami kecelakaan yang sangat parah dimana pada kecelakaan tersebut menewaskan 28 orang, 22 diantaranya masih anak-anak.

Dilansir dari DW.com, Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 84.500 orang tewas di jalan di Eropa pada tahun 2015. Dari jumlah ini, sekitar 20.000 bus dan pelatih Eropa terlibat dalam kecelakaan, dengan 30.000 orang terluka, dan 150 orang terbunuh. Ada peraturan ketat mengenai keselamatan di jalan raya di Eropa, akan tetapi bisa dimanipulasi atau di salahgunakan, jika ada sopir bus atau operator transportasi yang lalai.

Berikut adalah beberapa fakta tentang keamanan bus di Eropa:

1. Sabuk pengaman
Sejak 2005 sudah wajib bagi pengemudi dan penumpang bus turis untuk memakai sabuk pengaman. Ini juga merupakan persyaratan di UE bahwa ada sabuk pengaman yang disesuaikan secara khusus untuk anak-anak yang lebih muda. Namun, terserah kepada supir untuk memberlakukan peraturan ini. Namun dalam beberapa kecelakaan serius, seperti kecelakaan tahun 2012 di Swiss yang menewaskan 28 orang, termasuk 22 anak, penyidik ​​sampai pada kesimpulan bahwa sabuk pengaman tidak banyak membantu. Rekaman CCTV bus di Swiss menunjukkan bahwa anak-anak mematuhi peraturan. Tapi kematian tetap tidak dapat dihindarkan walaupun sudah menggunakan sabuk pengaman.

2. Peraturan kerja pengemudi
Salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas adalah kelelahan pengemudi. Untuk mengatasi hal ini, ada peraturan ketat di UE tentang berapa jam pengemudi komersial dapat bekerja: Batas maksimum mingguan mengemudi adalah 56 jam, dan tidak lebih dari 9 jam per hari. Setelah masa berkendara tidak lebih dari 4,5 jam, supir harus segera istirahat tanpa henti minimal 45 menit.

3. Tachograph
Dalam upaya lebih lanjut untuk mengatur kelelahan pengemudi, semua kendaraan komersial yang terdaftar setelah 1 Mei 2006 harus dilengkapi dengan tachograph digital. Ini adalah sistem yang terpasang pada gearbox kendaraan. Perangkat mencatat aktivitas bus, misalnya jarak, kecepatan dan waktu mengemudi, serta waktu istirahat pengemudi.

4. Dilengkapi Sistem Peringatan
Sejak 2009 semua bus di UE harus dilengkapi dengan dua sistem bantuan pengemudi yang canggih: Sistem peringatan keberangkatan jalur (lane departure warning system / LDWS) dan sistem pengereman darurat otonom (AEBS). AEBS seharusnya mengurangi risiko crash front-to-end di jalan bebas hambatan.

Ada Peraturan dan Denda yang ketat di UE apabila tidak mematuhi peraturan ini. Akan tetapi ada kesamaan kasus satu sama lainnya kecelakaan terakhir di Eropa adalah rata-rata kecelakaan melibatkan sang pengemudi bus itu sendiri. Seringnya terjadi saat malam hari.

Mungkin memilih untuk bepergian dengan bus di siang hari dapat diminimalisir kecelakaan. Tapi faktanya tetap bahwa meski ada peraturan keselamatan, kecelakaan masih terjadi.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia walaupun sudah ada peraturan tetap dilanggar?bus crash

Tinggalkan Balasan