home Berita Terkini, Transportasi Dinas Bina Marga DKI : 45 Persen Halte dan JPO Dalam Keadaan Memprihatinkan

Dinas Bina Marga DKI : 45 Persen Halte dan JPO Dalam Keadaan Memprihatinkan

Bandung, MobilKomersial.com – Dinas Bina Marga DKI : 45 Persen Halte dan JPO Dalam Keadaan Memprihatinkan. Halte bus di Jakarta kondisinya saat ini cukup memprihatinkan. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Bina Marga DKI, Yusmada Faisal yang mengatakan sekitar 45 persen halte bus di Jakarta dalam kondisi rusak. Dengan kata lain, ada sebanyak 580 halte yang membutuhkan perbaikan dengan segera dari total halte yang ada di lima wilahya DKI Jakarta sebanyak 1.289 halte.

“Perbaikan halte sudah ada dalam rancangan pemeliharaan kita. Di Jakarta, totalnya ada 1.289 halte. Yang rusak ada 580 halte. Sisanya, 709 halte masih fungsional. Masih relatif baik,” kata Yusmada di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (10/7).

Dia merincikan dari 580 halte yang rusak, diantaranya ada sebanyak 64 halte rusak berat (11 persen), 129 halte rusak sedang (22,2 persen) dan 387 halte rusak ringan (66,7 persen).

Kondisi halte rusak berat terlihat dari atap halte yang hilang, railing halte banyak yang putus-putus, dan tiang halte keropos.

halte yang memperihatinkan

“Kalau yang berkarat saja itu ada di halte dalam kondisi sedang. Untuk halte yang rusak ringan itu, rusaknya hanya sedikit saja,” ujarnya.

Dijelaskannya keberadaan halte pasti tidak terlepas dari jembatan penyeberangan orang (JPO). Karena biasanya, ketika JPO dibangun, dipastikan di kedua ujung JPO ada halte tempat warga menunggu angkutan umum.

JPO

“Halte pasti umumnya sepasang dengan JPO. Setiap JPO rasanya ada halte,” ungkapnya.

Dan kondisi JPO di Jakarta juga banyak yang rusak. Dari total 324 JPO yang ada di Jakarta, diantaranya ada sebanyak 87 JPO dalam kondisi rusak atau 26,8 persen dari total JPO yang ada.

Dengan rincian, ada 6 JPO yang rusak berat (6,8 persen), 16 JPO yang rusak sedang (28,3 persen) dan 65 JPO yang rusak ringan (74,7 persen).

“Yang atapnya roboh, railing-nya copot-copot kan membahayakan nih. Umumnya kerusakan ada di railing yang diatap. Yang jelas dari 324 halte yang rusak sekitar 30 persen lah,” jelasnya.

Untuk perbaikan halte dan JPO yang rusak, pihaknya sudah mengajukan anggaran tambahan dalam APBD Perubahan DKI 2017 sebesar Rp 18,9 miliar. Karena anggaran yang ada sekarang sebanyak Rp 10,9 miliar hanya cukup menangani perbaikan 175 halte saja atau 30,1 persen dari total halte yang rusak.

Padahal, ia menargetkan perbaikan halte yang bisa diselesaikan hingga akhir tahun ini ada sebanyak 304 halte atau 52,4 persen dari total halte yang rusak.

“Dari yang rusak, kita targetkat 52 persen baru tertangani sampai akhir tahun. Sisanya mungkin tahun depan,” paparnya.

Begitu juga dengan perbaikan JPO, tambahya. Dari 87 JPO yang rusak, diharapkan pada akhir tahun perbaikan bisa dilakukan untuk 61 JPO. Atau 70,1 persen dari total JPO yang rusak.

“Begitu juga JPO. Dari 87 yang rusak, harapan kita sekitar 61 ditangani setelah ada tambahan anggaran. Karena dengan APBD DKI 2017 hanya cukup menangani 35 JPO. Itu baru bisa terlaksana kalau proses lelangnya selesai,” terangnya.

Ia berharap proses lelang dapat berjalan dengan lancar. Proses lelang untuk perbaikan halte dan JPO, akan dimulai Agustus.

“Tapi lelangnya dengan sistem competitive catalog. Kenapa? Karena, disamping merawat, kita akan membuat muatan-muatan artistik sedikit. JPO yang berkarat akan diberikan material anti karat supaya lebih awet,” tukasnya.

 

Sumber : beritasatu

 

Tinggalkan Balasan