Tingginya Penjualan Otomotif Di Tanah Air

Berita Terkini Bisnis Mobil Mobil

Jakarta, MobilKomersial.com – Seperti diketahui bahwa industri otomotif Indonesia terlihat sangat berkembang pesat beberapa waktu belakangan, bahkan saat ini Indonesia telah menduduki peringkat ke-5 pasar otomotif terbesar di Asia dengan angka penjualan 1,03 juta unit. Sementara peringkat pasar otomotif terbesar di Asia sebelum Indonesia diduduki oleh:

  1. Cina (24,6 juta unit),
  2. Jepang (5,05 juta unit),
  3. India (3,43 juta unit)
  4. Korea Selatan (1,83 juta unit).

Tingginya angka penjualan otomotif di Indonesia tersebut tentunya tak lain didukung oleh beberapa aspek diantaranya posisi dan kekuatan yang dimiliki dimana:

  1. Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara,
  2. memiliki pendapatan kotor per kapita nasional terus meningkat, dari US$ 560 di tahun 2000 menjadi US$ 3,374 di tahun 2015,
  3. memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia dan
  4. memiliki ekonomi terbesar ke sepuluh berdasarkan paritas daya beli (sumber Worldbank.org)

Adapun beberapa alasan masyarakat melakukan transaksi dalam industri otomotif untuk membeli kendaraan bermotor adalah: sebagai investasi, karena sistem transportasi publik yang dirasa masih kurang nyaman, lifestyle/gaya hidup, demonstration effect dan kebutuhan.

Tingginya perkembangan penjualan otomotif tersebut juga diakomodir dengan adanya cara pembelian kendaraan yang lebih mudah baik melalui kontan atau membeli secara tunai langsung maupun secara kredit berkala. Masyarakat juga sudah semakin pintar untuk memilih cara pembelian kendaraan bermotor yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka. Meskipun pembelian secara tunai lebih menjadi prioritas karena harga beli kendaraan menjadi lebih murah dimana tidak terkena bunga dan administrasi, lebih mudah untuk menjual kendaraan kembali jika terpaksa karena surat kelengkapan sudah dimiliki dan tidak pusing memikirkan angsuran tiap bulan.

Namun begitu, pembelian secara kredit juga menjadi opsi terbaik bila kondisi keuangan tidak mencukupi. Pembelian secara kredit meskipun harganya menjadi lebih mahal namun besaran angsuran tiap bulan dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing serta dapat memiliki barang yang diinginkan dengan cepat meski belum memiliki uang yang cukup untuk membeli tunai dan tentunya sangat membantu bagi yang membutuhkan barang dalam keadaan mendesak.