home Berita Terkini, Modifikasi Bak Truk juga Bisa Menyentil

Bak Truk juga Bisa Menyentil

Mobkom-Image-Bak Truk pun Bisa Menyentil
Foto: Istimewa

Pernah melihat tulisan atau lukisan di mobil truk? Bila iya, rasanya bisa dimaklumi bila kita tersenyum. Lewat tulisan atau gambar yang cenderung menyentil, naif tapi jujur, kita seringkali tersentak, tersentuh, dan bahkan tertegur.

Benar bila dikatakan seni tak memiliki batas. Sebab ekspresi tak hanya bisa dituangkan ke dalam bentuk karya musik, tulisan atau lukisan di media kanvas. Di tembok dan di belakang bak truk pun seni lukis itu terlihat. Budaya masyarakat pedesaan yang tinggal di kota dan menghadapi problematika kehidupan yang kejam, ditengarai sebagai penyebab munculnya peradaban seni urban.

Lihatlah seni lukis yang kerap terlihat di bagian belakang bak truk di sepanjang jalan Pantura. Seperti kita tahu, lukisan di belakang bak truk sedikit banyak dipengaruhi sikap dan gaya hidup para sopir dan kernet truk yang terbiasa menjalani hari-harinya di jalanan.

Mobkom-Image-Bak Truk pun Bisa Menyentil
Foto: Istimewa

Menurut JJ Rizal, pemerhati kehidupan sosial masyarakat, potret kehidupan yang digambarkan di truk-truk tersebut begitu jujur. Bahwa kehidupan mereka keras, hanya berbekal pendidikan rendah dan pasrah terhimpit beban ekonomi. Perempuan sebagai objek seksual adalah makanan sehari-hari. Lukisan di bak truk sejatinya menampilkan tema seputar ekonomi, budaya, sosial dan politik.

“Salah satunya tema poligami yang masih jadi topik menyenangkan untuk dibahas. Jamak, mencerca keputusan memadu- namun bersedia melakoni diam-diam. Pun, mengulik kehidupan janda yang masih dipersepsikan negatif oleh masyarakat,” jelas Rizal.

Ia menambahkan, pesan –pesan pun disampaikan dengan kalimat bernada lucu, santai, menggelitik namun langsung tepat sasaran. Tanpa tedeng aling-aling. Tak jarang, pelukis bak truk menyelipkan pula filosofi dan motivasi diri. “Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang”, “Roda macet ora ngliwet” , “Kutunggu Jandamu”, “Dua istri Lebih Baik”, adalah sebagian dari begitu banyak kalimat unik yang tertulis di belakang bak truk.

“Siapapun yang membaca boleh tersenyum, tersinggung dalam hati karena tersindir, atau tertawa lepas dan cukup menjadikan pesan berjalan itu sebagai pengingatan ke diri sendiri,” tukas Rizal.

Tinggalkan Balasan