Negara Bagian di Malaysia Ini Dipusingkan oleh Imigran yang Masuk dengan Menyaru Sopir Truk dan Bus

Pemeriksaan pengemudi truk di perbatasan Selangor oleh petugas imigrasi.

Pemeriksaan pengemudi truk di perbatasan Selangor oleh petugas imigrasi.

Shah Alam, MobilKomersial.com – Otoritas Imigrasi Negara Bagian Selangor belakangan dibuat resah oleh masuknya imigran ilegal yang masuk ke Malaysia lewat perbatasan dengan menyamar sebagai pengemudi truk atau pengemudi kendaraan komersial lainnya.

Tindakan masuk ke Malaysia secara ilegal dinyatakan melanggar UU Imigrasi tahun 1963.
Direktur Departemen Imigrasi Selangor, Omran Omar, dikutip The Straits Times, Senin (9/1/2017) menyatakan, tindakan masuk ke Malaysia secara ilegal dengan menyaru sebagai pengemudi truk tak hanya melanggar hukum. Tapi juga membahayakan pengguna jalan lain di wilayah hukum Malaysia.
“Dari hasil operasi gabungan dengan Departemen Transportasi Darat (RTD), kami menemukan banyak orang asing yang melakukan pelanggaran, termasuk melalui cara menyamar sebagai pengemudi truk,” sebutnya.
Di Malaysia, siapa saja yang menyalahgunakan entry pass dikenakan denda 1000 ringgit (atau setara dengan Rp 3 juta) atau dihukum kurungan maksimal enam bulan atau hukuman kombinasi keduanya.
Untuk pelanggaran yang lebih serius, pelakunya bisa dideportasi dan terkena daftar cekal masuk Malaysia oleh pihak imigrasi.
Pada operasi gabungan yang dilakukan Departemen Imigrasi Selangor dengan RTD tahun lalu mereka mendapati banyak pelanggaran oleh pengemudi truk orang asing. Ada satu temuan, imigran ilegal warga Bangladesh yang nekat masuk sebagai pengemudi bus.
Penulis : M. Arif