Menjadi Sopir Bus Malam Tanggung Jawabnya Sangat Besar

sopir bus malamTerminal Bus Rawamangun, MobilKomersial.com – Menjadi sopir bus malam ternyata banyak suka maupun dukanya. Mereka bekerja tidak seperti yang kita bayangkan sebelumnya. Banyak kendala yang harus mereka hadapi yang tentunya juga berpotensi menimbulkan kecelakaan berlalu lintas.

Rute sopir bus malam hampir rata-rata tidak ada yang dekat, biasanya mereka lintas provinsi. Berangkat dari kota asal sore, bisa sampai di kota tujuan pada esok harinya, tergantung kondisi di jalan.

“Kalau sudah di jalan, perhitungan bisa meleset bang. Bisa saja 24 jam di atas bus, terkadang bisa 48 jam di atas bus. Seperti kemarin saat menjelang lebaran, saya di atas bis sekitar 3 hari, Tapi ya bagaimana lagi bang, sudah resiko pekerjaan,” Terang pak Deni salah satu sopir bus malam jakarta-malang

Banyak tantangan yang harus di hadapi para sopir bus malam, terutama jika sudah di luar kota. Dulu sebelum adanya tol cipali, bus malam biasa melewati jalur pantura. Jalur pantura sudah terkenal dengan “ajang balapan” bus malampara sopir disana. melaju diatas 100km/jam sudah menjadi hal yang lumrah. Kalau sudah seperti itu, kecelakan akan sangat mungkin terjadi.

“Serba salah kalau sudah terjebak situasi seperti itu bang, Jalan pelan di omel pengguna jalan lain, jalan kebut rawan kecelakaan. Tapi kami sebagai sopir bus malam punya tanggung jawab akan nyawa penumpang bang. Kami walaupun kebut, tetap pakai perasaan dan butuh perhitungan yang matang,” ujarnya lebih lanjut.

Menurut informasinya yang beredar, sopir bus malam di bayar berdasarkan rate atau trayek pulang – pergi dari rute yang sudah ditentukan, yang tentunya makin sering mereka “supirin” makin tinggi penghasilan yang akan mereka dapat. Perbulannya mereka dapat mengantongi uang sekitar Rp.4 juta hingga Rp.6 Juta rupiah

Profesi sebagai sopir bus malam tentu bukan hal mudah, mengingat mereka memiliki tanggung jawab yang sangat besar, terutama nyawa penumpang.(DMS)

Berita Terkini