Lewat ‘Tangan Dingin’ GT Surbakti, PO Lorena Kini Miliki 500 Armada Bus

lorenaJakarta, MobilKomersial.com – Berawal dari merasa kurang nyaman dengan bus yang ditumpanginya, GT Surbakti, pelanggan bus jurusan Jakarta-Bogor, saat itu membayangkan dirinya memiliki bus yang nyaman. Lamunan itu akhirnya menggerakkan dirinya untuk mewujudkan keinginannya itu.

“Kenapa ya, bus ini interiornya kurang bagus, awak busnya juga. Nah dari situlah saya membayangkan kalau saya pulang pergi Jakarta-Bogor bisa naik bus yang nyaman dan aman,” kenang GT. Surbakti saat mengawali bisnis transportasinya tahun 1973.

Berbekal naluri, Surbakti yang pada waktu itu masih berdinas di TNI Angkatan Darat di Bogor, merogoh hasil kontrakannya demi membeli dua bus Mercedes-Benz tipe LP 911. Bus itu dioperasikan dari Bogor. Pagi hari menuju Jakarta, kembali lagi ke Bogor malam harinya. Saat itu, ia mengaku hanya ingin naik bus yang nyaman saja sehingga tidak memikirkan persiapan bagaimana layaknya mengurusi usaha transportasi bus.

“Waktu bus itu pulang ke Bogor, baru saya berpikir, mau ditaro di mana bus saya itu. Saya tidak punya pool. Akhirnya saya taro saja bus itu di bawah pohon dekat pom bensin di Ciawi,” kenang Surbakti yang kini merambah usaha perkebunan sawit.  Bukan hanya tidak punya pool untuk bus-busnya, ia juga tidak memikirkan mekanik yang dibutuhkan jika busnya rusak.

Di luar dugaan, baru berjalan tiga bulan antusias masyarakat cukup bagus terhadap usaha jasa transportasi Surbakti yang memakai nama anak pertamanya Lorena sebagai nama bus. Untuk meningkatkan layanannya itu, Surbakti memberanikan diri mengajukan pendanaan dari bank untuk menambah armada baru. Meski tidak tahu bagaimana mengajukan sejumlah proposal, Surbakti nekat mengajukan sejumlah dana untuk pengembangan usahanya.

pemilik lorena “Pakai akal sehat saja. Tetapi saya minta bantuan orang bank untuk membantu saya. Ternyata apa yang saya ajukan dikabulkan oleh bank dengan jumlah yang sama dengan yang diajukan. Uangnya saya belikan enam bus lagi,” kata bapak tiga anak ini.

Sejak itu, pengalaman demi pengalaman dilalui pria yang pernah bercita-cita menjadi penerbang ini. Trayeknya mulai bertambah, bukan hanya Bogor-Jakarta, tetapi merambah kota lainnya, yakni Bandung yang dimulai tahun 1976. Selama menjadi bus siang Jakarta-Bandung, Lorena menjadi raja jalanan. Bagaimana tidak, setiap harinya ada 5 bus Lorena bolak-balik Jakarta-Bandung. Saat itu, belum ada jalan tol Cipularang, sehingga perjalanan harus melalui Jakarta-Puncak-Bandung.

“Jadi, di Puncak itu bisa bertemu bus Lorena pertama dan Lorena yang ke-18. Di situlah saya berpikir untuk mengembangkan usaha membuka restoran bagi armadanya,” tutur Surbakti, yang kemudian membuka resto Kartika Sari di Puncak untuk memenuhi kebutuhan makan awak bus dan penumpang.

Kebutuhan masyarakat akan transportasi bus saat itu sedang booming. Setelah malang melintang selama 10 tahun melayani bus siang, Lorena memasuki babak berikutnya dengan melayani rute Jakarta-Surabaya dengan bus yang lebih baru dan lebih nyaman.

“Tahun 1984, Lorena masuk era baru dengan bus reclining, bisa disetel, ada videonya, ada toilet juga,” kata Surbakti.

Hanya hitungan bulan, peminat Lorena menuju Surabaya terbilang sukses. Rute Baru Jakarta-Malang pun dilirik Surbakti setelah tiga bulan beroperasi Jakarta-Surabaya.

Rute timur, seperti Probolinggo, Jember bahkan Banyuwangi hingga ke Denpasar pun disasar Lorena. Meluasnya jelajah Lorena disebut oleh Surbakti sebagai proses mengikuti pasar yang ada.

“Saya membuka rute baru seperti urat tangan saja. Maksudnya, kalau sudah ada rute searah, akan mudah minta bantuan kalau terjadi apa-apa di jalan,” ujar Surbakti memberi alasan setiap membuka trayek baru.

keluarga PO LorenaSurbakti menambahkan, ia membuka rute dengan tujuan kota-kota di Sumatera di tahun 1990-an. Tidak hanya itu, Lorena juga mengembangkan bisnis jasa kargo atau pengiriman barang. Hal ini juga disesuaikan dengan rute yang dilalui Lorena. Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar bus-busnya, Surbakti menambah usaha mendirikan pom bensin dekat poolnya.

Tampaknya Surbakti memiliki “tangan dingin” sehingga apa yang yang diusahakan sejak dulu sampai sekarang masih terlihat eksistensinya. Bahkan, jumlah armadanya semakin bertambah, hingga kini terdiri dari 500 bus yang didukung oleh 2000 orang tenaga kerja. Bahkan, semua anaknya kini juga terlibat dalam usahanya.

 

sumber : berdasarkan majalah “Club of Millionaires”

 
 

Related Post


Notice: Use of undefined constant center - assumed 'center' in /home/admin/public_html/wp-content/themes/mobilkomersial/related-post.php on line 12

Tips Memilih Ban


Notice: Use of undefined constant center - assumed 'center' in /home/admin/public_html/wp-content/themes/mobilkomersial/related-post.php on line 12

Jangan Melanggar Hukum dengan Modifikasi Kendaraan


Notice: Use of undefined constant center - assumed 'center' in /home/admin/public_html/wp-content/themes/mobilkomersial/related-post.php on line 12
BMW Janji Selesaikan Masalah I3

BMW Janji Selesaikan Masalah I3


Notice: Use of undefined constant center - assumed 'center' in /home/admin/public_html/wp-content/themes/mobilkomersial/related-post.php on line 12
image-mobkom-Pasang Lampu LED Cree pada Headlamp Honda Jazz RS

Pasang LED Head Light Cree pada Honda Jazz RS 2014


Notice: Use of undefined constant center - assumed 'center' in /home/admin/public_html/wp-content/themes/mobilkomersial/related-post.php on line 12
image-mobkom-Volvo Luncurkan Sedan S60 untuk Perkuat Pasar

Volvo Luncurkan Sedan S60 untuk Perkuat Pasar

Berita Terkini