Cerita Pemilik Bus Angkutan Karyawan RS Harapan Kita

img-20161012-wa0017Jakarta, MobilKomersial.com – Bagi pengguna transportasi umum, kendaraan niaga menjadi salah satu kunci untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Sekali percaya dan tidak dikecewakan, konsumen bakal setia dan tak mau pindah ke lain hati.

Seperti cerita Suwitno Purwoko, pengusaha angkutan karyawan menggunakan bus asal Jakarta. Sejak memulai usaha sekitar tahun 2001, beliau bersama Ayahnya (H Rauf) yang menjadi ketua pengurus angkutan karyawan RSAB Harapan Kita pada waktu itu, sudah mendapat kepercayaan dari sekitar 200 orang karyawan RSAB Harapan Kita untuk menyediakan angkutan karyawan yang murah untuk mengangkut para karyawan tersebut dari Komplek Perumahan Harapan Kita Tangerang ke RSAB Harapan Kita di Jl S Parman, Slipi Jakarta Barat.

“Semua berawal dari peran Ayah Saya yang menjadi ketua pengurus angkutan karyawan RSAB Harapan Kita. Ketika itu kami memulai dengan mencari bus untuk disewakan kepada Karyawan tersebut,” kenang Suwitno saat mengawali bisnis transportasinya 15 tahun silam.

img-20161012-wa0007Berjalan tahun demi tahun, Koko sapaan akrab Suwitno bersama dengan ayahnya, suatu ketika berbicara dengan salah seorang teman yang akhirnya menyarankan untuk membeli bus sendiri melalui Leasing. Akan tetapi karena ketidaktersediaan dananya, maka hal tersebut kembali diurungkan.

Berbekal keyakinan dan terus berusaha, Koko yang saat itu kebetulan masih kuliah memasuki semester 6 dan sudah mulai memilih tema untuk skripsi berjudul “Pengaruh Perolehan Aktiva Tetap dengan Tunai & Leasing Terhadap Laporan Laba Rugi”, keinginan ayah tersebut memotivasinya untuk mengangkat kejadian ini menjadi judul skripsi.

“Saya berkonsultasi ke salah seorang dosen dan beliau sungguh-sungguh meyakinkan saya kalau keinginan saya tersebut pasti akan menjadi kenyataan asalkan “yakin dan terus berusaha”. Beliau yang mengajarkan saya bahwa ada Bank yang bisa mengakomodasi hal ini,” tutur Koko yang kini bekerja di salah satu Pusat Kebugaran terkemuka di Jakarta.

img-20161012-wa0018Selama bekerja di Pusat Kebugaran, Koko masih terus mencari-cari Bank yang dapat membantu niat baik keluarganya untuk memulai usaha tersebut. “Setelah lama mencoba dan mencoba ternyata ayah-lah yang mendapatkan kepercayaan dari salah satu Bank Milik Negara,” cerita pria berbadan kekar ini.

Di luar dugaan, pada akhir tahun 2010, berdirilah CV kecil yang diberi nama “CV MANDIRI MULIA ABADI”. “Sejak berdirinya CV, hingga pada bulan Maret 2011, uang hasil pinjaman Bank inilah kami dapat membeli Bus yang pertama dari salah satu perusahaan angkutan wisata terkemuka di Indonesia yaitu 1 unit Bus Mercedes Benz type OH1518 tahun 2003 berbaju karoseri Restu Ibu model Scania berkapasitas 59 kursi,” kenang Koko seraya tersenyum.

Selang beberapa tahun, kebutuhan karyawan akan transportasi bus saat itu sedang booming. Setelah malang melintang selama 13 tahun, usaha bus Koko memasuki babak berikutnya dengan keinginan untuk menambah unit.

“Setelah lebaran 2013, tepatnya Oktober 2013 kami membeli satu unit armada lagi dengan merek yang sama namun jauh lebih bertenaga yaitu OH1525 tahun 2005 berbaju Restu Ibu model Galaxy berkapasitas 59 kursi,” ujar Koko.

img-20161012-wa0010 Seiring bertambahnya armada tersebut, kemudian hadirlah adik Koko yang akrab di panggil “Gon”. Dengan hadirnya Gon, peran serta ayah Koko menjadi berkurang dikarenakan sudah pensiun dan perannya mulai di gantikan oleh Gon.

Sejak saat itu, pengalaman demi pengalaman dialami pria berwajah tampan ini. “Kami semakin menguasai medan dan akhirnya dengan sedikit memaksakan kondisi keuangan, saya, Gon dan ayah menambah 1 unit bus tahun tua tapi tetap dengan merek yang sama dengan model OH 1521 tahun 1997 kapasitas 44 kursi berbaju Restu Ibu model Skyliner,” ucap Koko.

Tipe ini adalah masterpiece dari Mercedes-Benz dan primadona bagi para pemilik PO dan para pilot bus. “Dengan keberadaannya, armada kami sudah cukup untuk mengangkut karyawan tersebut,” tambahnya.

Karena jumlah karyawan terus berkurang disebabkan banyak yang pensiun, maka bus ketiga menjadi pemain cadangan dan akan diperbarui kembali di awal tahun 2017 nanti. Nantinya bus tersebut akan menggantikan bus kedua yang kini beroperasi untuk angkutan karyawan. Sedangkan bus kedua, akan menjadi fokus beliau mencari orderan di luar.

Tambah Koko, ia sampai saat ini sedang belajar untuk perawatan bus-bus angkutannya dengan sering pergi ke Perusahaan Otobus besar. “Biar bagaimana pun juga latar belakang pendidikan saya dan Gon adalah Akuntansi. Ini adalah sesuatu yang baru bagi kami untuk mengatur perawatan bus-bus ini,” kata Koko dengan bersemangat.

img-20161012-wa0008Sebagai perusahaan yang baru merintis, Koko bertekad akan membeli sendiri busnya dan akan digabung dengan 3 bus yang sudah ada untuk menjadi satu perusahaan otobus yang semakin kuat.

“Tentu saja niat kami ini tidak terlepas dari bantuan teman teman kami semua yang berkecimpung di bisnis transportasi ini,” ujarnya.

Berikut nama yang ikut andil dalam usaha Koko dan keluarganya:

  1. Iman pilot dari B 7019 GGA
  2. Yaya Pilot dari B7502 DC
  3. Abah Usup pemain cadangan jika ada yang berhalangan.
  4. Bule montir yang selalu bisa di andalkan jika bus ada masalah dimanapun.
  5. Udin Montir AC kami yang selalu siap datang saat kami membutuhkannya dan memberi masukan masukan yang sangat bermanfaat.
  6. Mayor montir specialis B 7019 GGA. Bus Ini sudah elektrik, jadi mesti di bantu oleh orang dari bengkel resmi.

Berita Terkini