home Berita Terkini, Tips Aturan Tak Tertulis dalam Mengemudikan Truk

Aturan Tak Tertulis dalam Mengemudikan Truk

Mobkom-Image-Umum-Mengemudi Truk pun Ada Aturannya

Jakarta, MobilKomersial.com – Mengemudikan sebuah truk memang tidak mudah. Kendaraan pengangkut itu tidak bisa Anda jalankan seperti mobil biasa, karena truk mempunyai bobot yang berat dan ukuran yang besar. Beberapa hal perlu diperhatikan agar truk bisa dikendarai dengan aman.

Hal pertama yang harus dilakukan pengemudi sebelum mengendarai truk mereka adalah untuk melakukan pemeriksaan pra-perjalanan. Sebuah pemeriksaan pra-perjalanan melibatkan gambaran dasar dari truk. Ini akan mencakup fungsi dari mesin. Level pendingin dan transmisi juga harus diperiksa. Pun perlu memeriksa rem, lampu termasuk lampu sinyal, wiper kaca depan, dan lain-lain.

Pada pengangkutan kargo, pastikan barang bawaan dijamin dan dilindungi dengan cara terbaik. Dengan cara diblokir, diikat, dirantai atau kombinasi keduanya. Untuk kargo yang memerlukan penggunaan terpal, pastikan ada dan siap digunakan. Truk cenderung terguling dalam beberapa kecelakaan, sehingga mengamankan muatan adalah hal yang sangat penting.

Untuk keselamatan di jalan, pertama dan terutama, selalu kencangkan sabuk pengaman. Selalu berikan ruang yang cukup antara truk dan kendaraan depan, karena truk tidak bisa berhenti cepat dan juga karena truk membutuhkan jarak yang lebih jauh untuk bisa berhenti dengan aman. Pengemudi lain tidak tahu apa niat pengemudi, kecuali pengemudi memberitahu mereka. Menggunakan sinyal memungkinkan pengemudi lain mengerti jika Anda sedang berhenti, istirahat, dan lain lain.

Berhati – hati pada konstruksi jalan, kemacetan, dan bahkan kecelakaan. Sopir truk sering memiliki visibilitas yang terbatas dan lebih rentan terhadap blind spot. Namun, ini dapat diminimalkan jika dicegah oleh penempatan yang tepat dari kaca spion. Sopir perlu tahu cara mengemudi dalam kondisi cuaca buruk. Angin kencang, hujan lebat sering menyebabkan terjadinya kecelakaan. Pengemudi juga patut tahu kapan harus berhenti mengemudi jika bahaya dirasakan. Lebih baik untuk hati-hati daripada mengambil resiko yang tidak diketahui.

Selanjutnya, sopir harus selalu memiliki telepon seluler atau beberapa jenis lain dari perangkat komunikasi yang dapat mereka gunakan untuk berhubungan dan melapor terhadap kondisi jalan. Hal ini penting untuk dapat melaporkan jika kecelakaan. Sopir juga harus tahu bagaimana cara menyeimbangkan beban mereka dan mengikuti peraturan berat maksimal pada truk yang dikemudikan. Hal ini sangat penting untuk menjadi akrab dengan rute yang dilalui sehingga dapat dengan aman melakukan perjalanan.  Ketika sopir mengemudikan truk dengan aman, ia tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga hidup orang lain.

Tinggalkan Balasan