home Berita Terkini, Pesona Otomotif Ternyata Nikita Willy Suka Mobil Besar

Ternyata Nikita Willy Suka Mobil Besar

image-mobkom-nikita-willy-soroti-kebersihan-angkutan-umum
Foto: MobilKomersial

Jakarta, MobilKomersial.com – “Kecil-kecil cabai rawit” mungkin pepatah itu pantas dialamatkan kepada public figure, Nikita Willy. Dengan postur tubuh yang relatif kecil, ternyata Niki sangat mengidam-idamkan mobil besar nan sangar, Jeep Mercy.

Saat berbincang-bicang hangat dengan MobilKomersial, Niki sempat mengutarakan mobil impiannya yang sampai saat ini masih sebatas angan-angan. sebuah mobil besar, Jeep Mercy sangat diimpikan dara kelahiran tahun 1994 ini.

“Aku pengen banget punya Jeep Mercy. Soalnya suka banget mobil-mobil besar,” jelasnya.

Hingga saat ini Niki masih belum kesampaian mempunyai mobil berukuran besar. Lalu ia meyakini dalam dirinya, suatu saat impian tersebut akan berubah menjadi kenyataan.

Untuk saat ini, Niki menggunakan mobil Mercedes-Benz Cabriolet C-Series untuk dipakai saat ia bepergian diluar keperluan pekerjaan. Akan tetapi, jika untuk urusan pekerjaan, Nikki menggunakan Toyota Vellfire.

Selain dua mobil di atas, Niki juga mempunyai mobil BMW X6 yang memenuhi garasi rumahnya. Jika suatu saat Jeep Mercy tersebut sudah dapat terbeli, mobil-mobil yang ia punya tak akan dijual, karena tiap mobil mempunyai kenangan masing-masing.

Selain itu Niki juga menceritakan pengalaman tak mengenakan dalam mengemudi. Kala itu Niki sedang mengendarai mobil Mercedes-Benz Cabrioletnya dan menabrak taksi yang berada di depannya. Akan tetapi ia menabrak dengan benturan cukup pelan, akunya.

“Aku lagi ngantuk, di depan ada taksi terus ketabrak. Dia langsung turun dan minta uang ganti Rp 300.000. Terus pas aku liat gaada apa-apa, jadi benturannya pelan banget,” terangnya.

Wah, kalau dalam kondisi ngantuk sangat disarankan tidak mengemudi sendiri, yah Nikita. Karena dalam berkendara itu dibutuhkan tingkat fokus yang amat tinggi. Kalau tidak, bukan hanya kita yang berpotensi celaka, tetapi pengendara lain juga. Memang, dibutuhkan kebijakan dalam mengemudi.

Tinggalkan Balasan