PO ALS: “Raja Jalanan Sumatera” Tetap Eksis Dalam Pesatnya Persaingan Otobus (Bag. 2)

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Jakarta, MobilKomersial.com – Seiring dengan mulai maraknya persaingan antar perusahaan otobus di Sumatera, PO ALS (baca berita sebelumnya: PO ALS bag. 1) pernah mengalami masa sulit hingga kondisi perusahaan menjadi goyang. Menurut H. Indra, saat itu banyak karyawan dan sopir yang kemudian pindah bekerja ke PO lain. Akhirnya masa sulit pun berlalu, pada tahun 1981, PO ini mendapat suntikan dana sehingga mampu membeli 20 unit armada. Kemudian H. Sati Lubis kembali mengajak rekan-rekannya membangun PO ALS.

Kini, PO ALS sudah dijalankan oleh generasi kedua bahkan ketiga yang merupakan anak ataupun cucu dari beberapa pemilik perusahaan otobus terdahulu. Meskipun terlihat banyak pemilik dari perusahaan ini, namun bagi Indra komunikasi diantara pemilik sangat baik. Hal ini terbukti hingga saat ini PO ALS masih eksis dan bertambah besar.

“Alhamdulillah, komunikasi kami sesama penerus sangat baik dan bila ada permasalahan selalu dibicarakan bersama,” ujar H. Indra Lubis pemilik PO ALS sekarang.

Saat ini PO ALS memiliki ribuan karayawan dan 350 orang pengemudi bus. Mengatur dan mengurus karyawan dan pengemudi dalam jumlah tersebut tentu bukanlah pekerjaan yang mudah. Oleh sebab itu, menurut H. Indra, dibutuhkan aturan dan pembinaan terhadap karyawan dan pengemudi.

Salah satu bentuk pembinaannya adalah pemberian peringatan jika ada kelalaian ataupun pelanggaran hingga sanksi pemecatan. Sanksi ini sebagai peringatan agar pengemudi lebih hati-hati saat menjalankan tugas membawa penumpang.

Tentu saja tidak hanya punishment yang diterapkan dalam perusahaan ini. Reward atau penghargaan juga diberikan terhadap kinerja karyawannya, perusahaan ini memberikan asuransi kesehatan seperti layaknya perusahaan lain. Selain itu, perusahaan juga memberikan reward dengan memberangkatkan beberapa karyawannya ke Tanah Suci setiap tahunnya.

“Karyawan kami banyak yang berasal dari keluarga karyawan ALS terdahulu. Bahkan, Alhamdulillah, saya bersyukur banyak yang telah lulus menjadi sarjana,” kata H. lelaki yang beristrikan mojang Bandung ini.

Bersaing dengan tiket pesawat
Menurut H. Indra, di tengah persaingan dengan moda trasnportasi sejenis, kini PO ALS pun harus berpikir ekstra untuk menyikapi semakin murahnya tiket transportasi udara.

“Kini kami harus berpikir dan mencari celah keuntungan dari murahnya tiket pesawat. Saat ini kami menyiasati mencari konsumen pada daerah-daerah yang tidak jauh dari bandara,” tuturnya.