Sopir truk

Di Lapangan, Petugas Tetap Mencegati Truk Kontainer Selama Libur Idul Adha

Berita Terkini Bus & Truk Transportasi Truk

truk ditilangJakarta, MobilKomersial.com – Surat edaran (SE) Direktorat Jenderal Angkutan Darat Kementerian Perhubungan tentang perintah penghentian operasi sementara truk-truk pengangkut barang selama musim lubur Idul Adha 1437 Hijriah mulai 9 sampai 12 September 2016 masih memperbolehkan truk pengangkut komiditi tertentu seperti truk pengangkut sembako, ternak, susu murni, barang mudah rusak, bahan bakar minyak dan gas serta truk pengangkut barang ekspor impor tujuan pelabuhan.┬áTapi pada praktiknya, Surat Edaran itu banyak menunjukkan penyimpangan.

Kyatmaja Lookman, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengatakan, pada praktiknya truk-truk kontainer tetap dihentikan paksa oleh petugas. “Terjadi di Jalan Raya Cakung-Cilincing tadi malam,” kata Kyatmaja Lookman, Jumat (9/9/2016) sembari menunjukkan foto-foto petugas yang menghentikjan
truk kontainer di lapangan.

Pencegatan oleh petugas itu terjadi sejak Kamis malam sampai Jumat tadi pagi. “Surat edaran memperbolehkan truk angkutan kontainer boleh melintas,tapi kenyataan tidak seperti itu Pak. Tetap tidak bisa jalan semua jenis kendaraan besar,” keluh Kyatmaja.Sebelumnya, Aptrindo sudah menyampaikan rasa keberatannya atas surat edaran Ditjen Hubdat tentang larangan beroperasi bagi truk-truk angkutan barang bersumbu 3 atau lebih selama 4 hari penuh di libur Idul Adha, 9 sampai 12 September 2016 mulai pukul 24.00 WIB.┬áLarangan ini berlaku di 6 provinsi di Pulau Jawa dan Provinsi Lampung dan Bali.

Menurut Kyatmaja Lookman mengatakan, pelarangan itu merugikan pengusaha angkutan truk, terutama yang bergerak di bisnis logistik.

“Tidak bisa setiap hari libur, angkutan barang ikut libur. Kebijakan ini kontra dengan dengan angkutan publik. Saya agak heran, pemerintah ini mau mendorong angkutan pribadi atau angkutan umum,” protes Kyatmaja, Minggu (4/9/2016). “Kita tak setuju kalau penghentian operasi truk ini terus-terusan dilakukan di tengah iklim bisnis yang lesu,” lanjutnya.

Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto membuat edaran tertanggal 2 September 2016 ke Kepala Dinas Perhubungan Provunsi/Kabupaten/Kota, Kepala Balai LLAJSDP, Kepala Otoritas Pelabuhan Penyebarangan dan Ketua Umum DPP Organda.

Isi edaran itu, truk angkutan barang dengan sumbu roda di atas 2 buah melintas di jalan raya mulai 9 September 2016 pukul 24.00 WIB sampai 12 September 2016 (H+3) pukul 24.00 WIB.

Larangan melintas berlaku pada jalan nasional, baik jalan tol dan maupun non tol, serta jalur wisata di semua provinsi di Pulau Jawa, ditambah Lampung dan Bali.

17

Larangan melintas berlaku bagi truk pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, truk gandeng dan truk kontainer.Truk pengangkut BBM, bahan bakar gas (BBG), ternak, dan aneka bahan kebutuhan pokok (sembako) masih boleh melintas.

Begitu juga truk pengangkut pupuk, susu murni, barang antaran pos, barang bahan baku, barang ekspor-impor dari lokasi home industri/sebaliknya ke pelabuhan ekspor atau impor juga tetap boleh beroperasi.

Truk pengangkut minuman kemasan maksimal bersumbu dua dan truk pengangkut bahan pokok yang cepat rusak masih boleh melintas.

 

Penulis : M. Arief

Hits: 27

Tinggalkan Balasan