Kemenperin: Indonesia Masih Menarik Jadi Sasaran Investasi

Berita Terkini
Foto: istimewa
Foto: istimewa

Jakarta, MobilKomersial.com – Dirjen Industri Logam Mesin, Alat transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin), I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan bahwa pasar Tanah Air masih cukup menarik bagi investor, khususnya untuk industri otomotif. Hal ini berkaitannya dengan ditutupnya agen penjualan Ford di Indonesia.

Putu menjelaskan bahwa masyarakat tak perlu khawatir dengan hengkangnya pabrikan asal Amerika Serikat tersebut. Adapun ia tetap optimis kepada perkembangan masa depan industri otomotif nasional tahun ini.

Dalam menanggapi masalah tutupnya Ford Motor Indonesia (FMI), Kemenperin menyatakan bahwa industri ini tetap akan menggeliat, bahkan tutupnya Ford Indonesia tak memiliki pengaruh besar bagi industri otomotif Indonesia.

“Kami hanya mengatakan, Indonesia masih menarik untuk menjadi sasaran investasi. Dari market maupun keamanan berinvestasi juga masih kondusif,” jelas Putu.

Keyakinan pemerintah bukanlah sebagai sarana penghibur diri semata, Putu lantas menyinggung soal kembalinya General Motor yang sempat angkat kaki dari Indonesia. Walau datang dengan nama berbeda, GM bekerjasama dengan perusahaan asal China membawa bendera SGMW Motor Indonesia. Industri kendaraan roda empat itu bahkan berani menanamkan investasi sebesar 700 juta dillar AS atau sekitar Rp 11 triliun. Hal ini menurut Putu sebagai bukti bahwa pasar otomotif Tanah Air masih menarik.

“Sebelumnya memang GM pergi dari Indonesia, namun siapa sangka mereka datang kembali dengan investasi sebesar itu. SGMW membuat mobil dengan standar Amerika, diproduksi di China dan dijual dengan harga Cina. Kita lihat apakah mobilnya bisa bersaing di sini atau tidak,” ujar Putu.

Putu melanjutkan, dengan terus berkembangnya sektor otomotif, memberikan efek positif seperti bertambahnya investasi yang cukup besar. Seperti pada data yang dicatat Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM), ada penambahan sebesar Rp 22 triliun pada 2015 dibanding 2014, yang dilakukan oleh 76 industri (perakitan ataupun komponen), dengan total penambahan tenaga kerja sebanyak 7.761 orang.

Hits: 12

Tinggalkan Balasan