Sprinter, Sang Pelari Lincah dari Mercedes-Benz Indonesia (Bagian 2)

Foto; CitiTrans
Foto; CitiTrans

Jakarta, MobilKomersial.com – Di Indonesia, Mercedes-Benz Sprinter dipasarkan dalam tiga varian dengan pilihan enam dan empat roda. Masing-masing tipe A2, A3 dan A4. Perbedaan utama dari ketiga varian ini terletak pada panjang bodi kabinnya yang berarti juga perbedaan kapasitas angkut maksimum membawa penumpang.

Yakni, 14, 20 dan 22 penumpang. Sementara, mesin yang digunakan sama.Yakni, OM 651 DE 22 LA dengan dua turbocharger untuk menghemat konsumsi bahan bakar. Mesin ini dikawinkan dengan transmisi manual 6-percepatan ECO Gear 360.

Perusahaan yang sudah menjadi customer Sprinter antara lain adalah Cititrans, perusahaan angkutan travel Jakarta-Bandung dan dioperasikan sebagai premium shuttle di rute Trans Studio Mall, Bandung- Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten. Customer lainnya adalah Perusahaan Otobus (PO) Safari Dharma Raya, Jakarta dan PT Gapura Angkasa, Jakarta. Gapura Angkasa Oktober 2015 lalu melakukan pembelian belasan unit Mercedes-Benz Sprinter 315 CDI A3. Mercedes-Benz merancang Sprinter dengan tipe chassis monoque.

Kabin Sprinter dirancang sangat roomy alias lapang dengan ketinggian atap mencapai 1,9 meter. Atapnya sengaja didesain tinggi untuk memberikan kesan lega pada ruang kepala bagi penumpang saat berinteraksi di kabinnya selama perjalanan.

Menariknya, meski wujudnya medium bus dan microbus, Sprinter memiliki lantai kabin cukup rendah. Sehingga memudahkan akses keluar masuk barang bawaan penumpang. Oh ya, Sprinter ini dilengkapi dengan pintu belakang model kupu-kupu 50:50, sehingga barang sebesar apapun yang akan dimuat, bisa tetap mudah masuk. Untuk memperluas ruang bagasi belakang, kursi paling belakang bisa dilipat.

Untuk memberikan keamanan maksimal, interior Sprinter sudah dilengkapi dengan airbag. Di bagian atap sudah dilengkapi dengan rak untuk barang bawaan seperti tas tangan atau ransel kecil, dan pintu darurat. Dalam konfigurasi ekonomis, setiap baris bisa diisi empat bangku penumpang. Akses masuk-keluar penumpang menggunakan pintu geser dengan bukaan besar yang ditempatkan di bagian samping.

 

Penulis: M. Arif

Hits: 753

Tinggalkan Balasan