Isuzu Berstrategi, Berharap Semester II Pasar Otomotif Bergairah

image-mobkom-Pasar seret, Isuzu : Watu Tepat Resmikan Pabrik
image-mobkom-Isuzu akan Tingkatkan Local Content Truk Hingga 60 Persen
Foto : Wilfridus Kolo

Jakarta, MobilKomersial.comPT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) ikut merasakan kelesuan pasar otomotif yang terjadi akibat anjloknya ekonomi Indonesia pada semester I/2015 dari sisi penjualan Isuzu.

Menurut Yohanes Nangoi, Presiden Direktur PT IAMI, tidak menyebutkan secara detil penurunan penjualan yang dialami Isuzu namun volume penjualan Isuzu turun cukup drastis meski secara market share pertumbuhan penjualan meningkat tipis.

“Secara market share kita masih tumbuh dibanding tahun lalu tapi secara volum kita turun , karena market truk secara total turun kurang lebih 40 persen,” kata Nangoi kepada awak media saat buka puasa bersama, Kamis (9/6)

Nangoi menjelaskan sebagai brand yang mengandalkan truk sebagai tulang punggung, Isuzu sangat terpengaruh dengan melemahnya ekonomi Indonesia karena imbasnya biasa langsung menampar kendaraan komersial dibanding passenger car.

“Ini sangat terasa. jadi kalau kondisi ekonomi terpukul biasanya terdampak pertama adalah kendaraan komersial,” terangnya

Lebih lanjut Nangoi mengungkapkan Isuzu saat ini terus melakukan upaya untuk menggenjot penjualan dengan sejumlah strategi layanan purna jual karena hal ini menjadi senjata ketika kondisi pasar otomotif melemah.

“Support kita bukan only product karena kalau sudah begini kita andalkan layanan after sales/ purna jualnya yang kita karena orang milih beli bukan lagi karena produknya tapi saya investasi benar apa tidak,” tukas Nangoi.

Dengan melakukan strategi ini Isuzu berharap kondisi ekonomi Indonesia dan pasar otomotif dapat pulih kembali, sembari berharap siklus tahunan berulang, dimana biasanya dari pengalaman panjang penjualan otomotif pasar semester kedua lebih bergairah.

“Kita biasanya market semester dua lebih besar dari pertama,  biasanya 40-60, jadi kalau sekarang kita 40 persen berarti semester dua 60 persennya, tapi kalai kondisinya seperti ini kenaikan di semester dua kemungkinan tidak terlalu besar,” jelasnya.

Hits: 15

Tinggalkan Balasan