home Berita Terkini Terkait Airbag Takata, Chrysler akan Periksa Mobilnya

Terkait Airbag Takata, Chrysler akan Periksa Mobilnya

image-mobkom-Desember, Chrysler akan Mulai Periksa Kondisi Airbagnya
Foto : Ram

New York, MobilKomersial.com – Chrysler mendapat informasi dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), otoritas keselamatan kendaraan di Amerika serikat untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi airbag mereka.

Dalam laporan NHTSA tersebut, mereka menduga adanya indikasi kerusakan pada inflator airbag pada beberapa model mobil Chrysler terkait dengan inflator airbag, hasil yang di order pabriakan mobil dunia dari Takata.

Seperti dilansir Leftlane ada lebih dari 370 ribu inflator pada airbag Takata yang mengalami cacat sehingga harus segera diganti karena rentan dengan wilayah yang bercuaca lembab. Untuk itu Chrysler akan segera melakukan pemeriksaan dan menggantinya pada tanggal 19 Desember mendatang.

Berikut beberapa model mobil di Chryler yang akan menjalani identifikasi ; 2003 – 2008 Dodge Ram 1500, 2005 – 2008 Dodge Ram 2500,2006 – 2008 Dodge Ram 3500, 2006 – 2008 Dodge Ram 4500.2008 – Dodge Ram 5500, 2005 – 2008 Dodge Durango. 2005 – 2008 Dodge Dakota, 2005 – 2008 Chrysler 300,2007 – 2008 Chrysler Aspen.

Chrysler berniat akan segera melakukan kampanye recall di Florida yang hangat dan bercuaca lembab yang kurang ramah terhadap inflator yang sensitive dengan kondisi itu. Secara total, hampir 40 juta airbag yang berpotensi rusak yang telah diproduksi, dan lebih dari 11 juta kendaraan dari Chrysler, Honda, Toyota, Nissan, Mazda, Ford, General Motors, BMW, Mitsubishi dan Subaru telah direcall untuk mengatasi bahaya ledakan airbag.

Dari hasil investigasi NHTSA, Takata tidak pernah belajar dari pengalaman buruk yang telah terjadi sejak 2014 seputar masalah inflator airbag, sehingga banyak mendapat kritik dari stakeholder otomotif dunia. yang mengejutkan beberapa pihak internal Takata menmbocorkan informasi bahwa Takata sebenarnya menyembunyikan hasil pemeriksaan internal dari pemerintah dan masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan