Investor dan Infrastruktur Jadi Ganjalan Mobil Listrik di Indonesia

image-mobkom-Investor dan Infrastruktur Kendala Teknologi Listrik di Indonesia

Foto : Wilfridus Kolo

Jakarta, MobilKomersial.com – Pengembangan mobil bertenaga listrik sangat rumit diaplikasikan negara-negara berkembang karena menggunakan teknologi dengan investasi yang sangat mahal. Karena itu investor swasta sangat dibutuhkan karena berani menanam investasi besar untuk pengembangan teknologi baterai listrik.

Hal itulah yang membuat mobil listrik sulit dikembangkan di Indonesia, meski program green car sudah lama digencarkan di Tanah Air. Selain itu pun dinilai masih banyak ganjalan mobil listrik di Indonesia.

Budi Darmadi, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, mengakui teknologi baterai belum bisa diterapkan di Indonesia. “Setiap teknologi memiliki karakteristik, kelebihan dan keterbatasan. Teknologi baterai belum bisa kita aplikasikan di sini, karena sangat mahal dan belum ada investor yang berani untuk pengembangannya,” kata Budi Darmadi, di Tangerang beberapa waktu lalu.

Kelemahan lain, kata Budi, yakni keterbatasannya pada jarak tempuh dengan dukungan infrastruktur yang saat ini memang belum ada di Indonesia. Jadi kita belum bisa berbicara jauh soal teknologi baterai dalam waktu dekat.

“Di Jepang saja dari 5 juta mobil yang diproduksi hanya 1 persen yang menggunakan mobil listrik, dan itu butuh waktu yang lama dengan kesiapan infrastruktur pendukung yang sebelumnya telah disiapkan. Sementara kita sama sekali belum ada,” bebernya. (LCO)

Editor: Amos Anugrah