home Berita Terkini Sumber Cahaya Dioda pada Lampu Utama

Sumber Cahaya Dioda pada Lampu Utama

image-mobkom-sumber-cahaya-dioda-pada-lampu-utama
FOTO : LCO

Jakarta, MobilKomersial.com – Perkembangan teknologi lampu kendaraan saat ini sudah memasuki babak pencahayaan mengandalkan LED (light-emitting diode) atau dioda sebagai pemancar cahaya, yang digunakan sebagai sumber cahaya pada lampu utama (headlamp) mobil maupun sepeda motor, lantaran lebih irit daya namun lebih terang ketimbang bohlam Halogen.

Seperti yang telah diaplikasi pada beberapa varian mobil dan motor baru di Indonesia antara lain Honda All New Accord 2014 dan Toyota All New Camry Hybrid 2013 dengan teknologi LED projector head light, termasuk sepeda motor matic terbaru Honda New vario-FI 110 yang mengusung fitur New Dual Keen Eyes Led HeadLight sebagai kelengkapan standar dari pabrikannya.

image-mobkom-sumber-cahaya-dioda-pada-lampu-utamaProduk LED head light (LHL) kini mulai merangsek masuk ke pasaran aftermarket Tanah Air, dengan mengusung teknologi Cree Chip buatan Amerika Serikat yang ditawarkan untuk mobil-mobil modern untuk menantang gelapnya malam.

Menurut Wira Sentosa, pemilik gerai Asia Jaya Motor (SACS) di daerah Pondok Gede, Jakarta Timur, LED yang menganut chip bikinan dari Cree tersebut memiliki tingkat keterangan pencahayaan mulai dari 3 – 12 ribu Lumen (LM). “LED head light dari Cree ini berbeda dengan LED generasi sebelumnya, terutama dari sisi kualitas pencahayaannya. Karena LED Cree merupakan teknologi LED terbaru yang sangat terang dan paling bagus saat ini,” kata pria yang akrab disapa Wira ini, saat berbincang dengan MobilKomersial.com, Selasa (12/Agustus) lalu di workshop SACS.

image-mobkom-sumber-cahaya-dioda-pada-lampu-utamaSelain itu, LHL Cree memiliki tegangan antara 9 – 70 volt yang membuatnya mampu meredup dengan tingkat cahaya rendah, dan meningkatkan daya sorot cahaya yang tinggi tanpa jeda waktu. Sehingga untuk pengaturan lampu jarak jauh dan jarak dekat (high-low beam) tampak sempurna layaknya menggunakan bohlam halogen biasa. Warna cahaya putih kekuning-kuningan berkekuatan 6 ribu Kelvin membuat sorotan LHL Cree tidak menyilaukan pandangan pengemudi atau pengguna jalan yang lain, serta aman digunakan ketika malam hari dalam kondisi hujan lebat.

LHL Cree sendiri lebih unggul dibanding teknologi LED sebelumnya yang masih andalkan Chip On Board (COB) dengang kipas pendingin. Pasalnya komponen ini memiliki tingkat keterangan cahaya dengan daya listrik berkapasitas 20 watt, serta jangka waktu pemakaian mampu mencapai 30 ribu jam.

Bagi pengemudi yang tetap mengindahkan keselamatan diri dan pengemudi lain saat berkendara di malam hari, lampu LHL Cree sepertinya dapat dijadikan pilihan untuk mengoptimalkan sorotan cahaya lampu utama kendaraan sekaligus buat mempercantik tampilan. (LCO)

Editor : Dedi Sofyan

Tinggalkan Balasan