home Berita Terkini Peminat Mobil Pribadi Masih Tinggi Meski BBM Subsidi Dibatasi

Peminat Mobil Pribadi Masih Tinggi Meski BBM Subsidi Dibatasi

image-mobkom-peminat-mobil-pribadi-masih-tinggi-meski-bbm-subsidi-dibatasi
FOTO : Dedi Sofyan

Jakarta, MobilKomersial.com – Kebijakan pemerintah Indonesia untuk membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang mulai diberlakukan bertahap di wilayah Jakarta dan sekitarnya, diprediksi tidak akan pengaruhi daya beli konsumen terhadap mobil pribadi incarannya. Hal ini dipaparkan oleh Jongkie D. Sugiarto, Ketua 1 Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) beberapa waktu lalu.

Menurut Jongkie, kebijakan pemerintah RI untuk membiasakan konsumen kendaraan di Tanah Air, terutama mobil pribadi, untuk lebih berhemat dalam pemakaian BBM sebenarnya telah didukung pihak agen pemegang merek (APM) dalam penjualan unit kendaraannya ke pasar domestik.

Pasalnya, menurut Jongkie, mayoritas pelaku industri otomotif di Indonesia sudah mendukung langkah kebijakan pemerintah RI ini, untuk membatasi pemakaian BBM bersubsidi yaitu jenis premium dan solar. “Sekarang sudah waktunya konsumen mobil pribadi terutama, tidak mengandalkan BBM bersubsidi untuk operasional kendaraannya,” tukas pria ramah ini.

Jongkie pun memaparkan bahwa pelaksanaan kebijakan penghematan bahan bakar melalui mekanisme pembatasan pembelian solar dan premium, sebenarnya hanya sedikit berpengaruh terhadap minat kepemilikan atau daya beli terhadap mobil pribadi. “Fenomena ini hanya berdampak sementara saja, karena kebutuhan akan mobil baru sudah menjadi kebutuhan di kalangan masyarakat dan mereka masih mencari mobil baru meskipun solar dan premium sudah dibatasi. Umumnya mereka akan mengkalkulasi ulang pengeluarannya agar tetap dapat beli mobil incarannya, dengan pertimbangan pendapatannya sudah mencukupi untuk menghidupi keluarga atau dirinya setiap bulan,” papar pria berkacamata ini.

Pembatasan BBM bersubsidi, lanjut Jongkie, seharusnya disikapi secara bijak oleh pemilik kendaraan pribadi. Sebab industri otomotif dewasa ini telah menghadirkan berbagai teknologi irit bahan bakar, yang otomatis bermanfaat bagi pemakainya untuk lebih menghemat pemakaian bahan bakar mobilnya yang menggunakan bensin non-subsidi.

Selain itu juga, teknologi ramah lingkungan yang memadukan mesin bensin dengan motor listrik (hibrida) mulai diusung pabrikan besar otomotif dunia belakangan ini. Bahkan ke depannya teknologi hibrida ini bakal dijadikan tren, dan mobil yang digerakkan dengan full listrik akan terus dikembangkan untuk diproduksi secara massal. Sehingga pemilik mobil pribadi tak lagi bingung jika BBM dihilangkan sekalipun.

 

Tinggalkan Balasan