home Berita Terkini Semester 1 2014, Market Share Suzuki Capai 13,6 Persen

Semester 1 2014, Market Share Suzuki Capai 13,6 Persen

image-mobkom-market-share-suzuki
Foto: Istimewa

Jakarta, MobilKomersial – Di tengah persaingan industri otomotif Nasional yang semakin ketat pada semester pertama tahun 2014, PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) berhasil menorehkan angka penjualan yang positif.

Hal ini terbukti dari bulan Januari-Juni 2014, SIS berhasil mencatatkan penjualan produk–produk unggulannya sebanyak 83.005 unit secara retail sales. Angka penjualan retail tersebut membawa Suzuki menguasai 13,6 persen market share nasional.

Tidak hanya itu, penguasaan market share di semester pertama tahun 2014 sebesar 13,6 persen tersebut juga menjadi capaian tertinggi Suzuki dalam kurun 5 tahun terakhir. Pada periode Januari–Juni 2010, Suzuki hanya menguasai market share sebesar 8,4 persen.

Seperti keterangan resmi yang diterima MobilKomersial.com, bila dibandingkan penguasaan market share Suzuki pada semester pertama tahun 2014, pabrikan mobil yang berlambang S ini mengalami peningkatan sebesar 63 persen dibandingkan periode Januari–Juni 2010. Tren peningkatan market share juga terjadi pada whole sales dengan peningkatan market share sebesar 36 persen dibandingkan periode Januari–Juni 2010 sebesar 9,3 persen.

Selain itu, penjualan Suzuki secara retail sepanjang semester pertama Januari–Juni 2014 juga meningkat sebesar 12 persen bila dibandingkan dengan semester pertama tahun 2013, dengan melakukan angka penjualan sebanyak 74.416 unit.

Peningkatan penjualan Suzuki juga membawa peningkatan penjualan selama Januari–Juni 2014 dengan rata–rata penjualan sebanyak 13.834 unit dibandingkan tahun lalu dengan rata – rata hanya 12.403 unit. Namun penjualan secara whole sales, Suzuki juga mencatatkan peningkatan penjualan sebanyak 5.767 unit, menjadi 81.192 unit pada semester pertama tahun 2014. (DD)

Editor: Dedi Sofyan

Dedi Sofyan

Wartawan muda yang dinamis dan penuh potensi. Ranah otomotif adalah minatnya, dan Mobilkomersial.com jadi tantangannya.

Tinggalkan Balasan