home Berita Terkini Penjualan BMW Alami Lonjakan 17 Persen

Penjualan BMW Alami Lonjakan 17 Persen

mobkom-image-penjualan-bmw-alami-lonjakan-17-persen
Foto : Dedi Sofyan

BMW Group melaporkan telah mengalami lonjakan mencapai 17 persen dalam penjualan pada bulan Maret naik menjadi 186.126 unit kendaraan.

Dan capaian tersebut membantu penjualan BMW tersebut menduduki posisi teratas dalam penjualan mobil di kelas premium global.

Selain itu, kenaikan pada bulan lalu mendorong pengiriman BMW di kuartal pertama naik 12 persen menjadi 428.259 unit kendaraan.

BMW outsold berada di peringkat pertama dan di ikuti oleh Audi yang menduduki posisi kedua yang mampu menjual 15.409 unit kendaraan dalam tiga bulan pertama.

seperti dilansir Leftlane News, produsen BMW, Audi dan Mercedes-Benz semua membukukan penjualan bulanan tertinggi yang pernah mereka lakukan pada bulan Maret.

Hal tersebut tampak pada lonjakan permintaan di China dan Amerika Serikat, yang dimana mereka adalah pasar kedua otomotif terbesar di dunia.

Dan persaingan antara tiga produsen tersebut memanas setelah Audi sempat melewati brand BMW dalam penjualan pada awal tahun ini,

Selain  itu,model compacts new Mercedes telah membantu produsen mobil membuat keuntungan dan menargetkan pengiriman rekor pada tahun 2014.

“BMW harus mempertahankan dalam hal produk dan teknologi. Sedangkan Audi merasa paling terkanan pada tahun ini sebagai model dengan volume tinggi seperti A4 dan Q7 tidak akan keluar sampai tahun 2015,” kata Juergen Pieper, seorang analis berbasis di Frankfurt di Bankhaus Metzler.

Dan dari informasi yang berhasil dihimpun, penjualan bulan Maret di Audi naik 15 persen menjadi 170.450 unit, sedangkan pengiriman Mercedes naik 13 persen menjadi 158.523 unit.

Audi, yang dimiliki oleh Volkswagen Group, melaporkan kenaikan 12 persen pada kuartal pertama menjadi 412.850 unit kendaraan, bila dibandingkan dengan peningkatan 15 persen menjadi 374.276 unit mobil pada merek Mercedes Daimler.

Selain itu, ditandai keuntungan serta kenaikan penjualan bulanan, maka Audi dan Mercedes  selama sembilan bulan berturut-turut mengalami pertumbuhan melebihi 10 persen.

Permintaan Model SUV.

Keuntungan BMW pada permintaan model SUV kian melonjak, lantaran permintaan untuk model SUV yang dibangun di pabrik Carolina Selatan ini menghabiskan  1 Milyar US dolar untuk memperluas kapasitas sebesar 50 persen.

Selain itu, pada pengiriman kuartal pertama untuk model SUV X1 naik 15 persen, 11 persen dan X3 X5 14 persen.

“Penjualan kendaraan model BMW X kendaraan kami ini memang sangat kuat sekaliu,” ujar Ian Robertson , kepala penjualan mobil.

Ditambahkannya, meskipun ketidakpastian ekonomi yang berkelanjutan, pihaknya telah mengalami peningkatan stabil di hampir semua daerah.

Sedangkan Audi yang belum pernah memegang mobil mewah atas penjualan selama satu tahun penuh, akan memperkenalkan 17 kendaraan baru atau yang dirubah pada tahun 2014 sebagai bagian dari dorongan untuk menyalip BMW di pasar mobil mewah pada akhir dekade ini.

Audi dan VW menargetkan tempat teratas penjualan di antara semua produsen mobil pada tahun 2018. Divisi ini memperkenalkan versi baru dari kompak A3 pada 2013 dan meluncurkan sedan varian baru dari model di Amerika Serikat dan China tahun ini.

Dan dikabarkan BMW pun merespons dengan SUV X5 upgrade yang diperkenalkan pada bulan November tahu lalu. Sedang untuk new 2 -Series Active Tourer hatchback, SUV X4 dan i8 plug-in mobil sport hibrida yang akan keluar tahun ini.

BMW Group, yang juga memiliki merek Mini dan Rolls-Royce yang turut meramalkan penjualan grup hingga melebihi 2 juta autos untuk pertama kalinya pada tahun 2014,atau berhasil mencapai target dua tahun lebih awal dari yang direncanakan.

” Kami berharap permintaan mobil premium untuk terus tumbuh lebih cepat dari total pasar, baik di Cina dan Amerika Serikat,” pungkas Christoph Stuermer, analis utama di PwC Autofacts. (DD)

Editor : Edwardson

Dedi Sofyan

Wartawan muda yang dinamis dan penuh potensi. Ranah otomotif adalah minatnya, dan Mobilkomersial.com jadi tantangannya.

Tinggalkan Balasan