Pembelian Bus Transjakarta Terindikasi Korupsi?

Mobkom-Image-Pembelian-Bus-Transjakarta-Terindikasi-Korupsi?

Foto: Dedi Sofyan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan Inspektorat Jenderal Provinsi DKI mengenai indikasi korupsi terkait masalah tender bus Transjakarta dan juga Bus Kota Teringtegrasi Busway (BKTB).

“Saya sudah terima laporan. Ada indikasi kecurangan dalam proses lelang pengadaan armada Transjakarta dan BKTB beberapa waktu lalu,”ujar Ahok beberapa waktu lalu seperti dikutip dari Tempo.

Kecurangan itu, lanjut Ahok, terjadi seperti harga bus yang aslinya di Cina sebesar Rp 1 Milliar, tapi dalam dokumen malah ditulis Rp 3 Milliar.

Lebih lanjut Ahok juga mengatakan, pihaknya telah meminta Dinas Perhubungan Jakarta untuk bertanggung jawab sebagai pemegang kuasa anggaran sekaligus panitia lelang.

Hal itu menurutnya karena Ahok menduga ada sejumlah pihak yang juga turut terlibat di dalamnya.

“Karena itu, saya meminta Inspektorat Provinsi DKI turut melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta,”tambahnya.

Ditempat terpisah, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengemukakan dirinya siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengadaan ratusan bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) yang karatan dan “rusak” yang menggunakan anggaran kurang lebih sekitar Rp 1,2 Trilliun.

“Hingga saat ini persoalan bus iniĀ  masih dalam tahap proses pemeriksaan di Inspektorat Provinsi DKI, sehingga dirinya belum bisa menyebutkan apakah ada ada indikasi kecurangan atau tidak.Tidak apa-apa diperiksa KPK. Tapi ini kan masih diperiksa oleh inspektorat,” kata Jokowi seperti dikutip dari Suara karya. (Edo)

Editor : Edwardson