Mobkom-Image-Renault-Akhirnya-Sentuh-Segmen-Hybrid

Renault Akhirnya Sentuh Segmen Hybrid

Berita Terkini Teknologi
Mobkom-Image-Renault-Akhirnya-Sentuh-Segmen-Hybrid
Foto: The Green Car Website

Pabrikan optomotif ternama, Renault, telah melansir akan melancong ke Geneva Motor Show untuk membuka tabir dari mobil konsep terbaru mereka. Rencananya mobil tersebut akan menjadi mobil hybrid plug-in pertama Renault.

Diharapkan akan mengusung ukuran yang sama dengan subkompak Clio, konsep ini tidak akan seekstrim Volkswagen XL1. Hal tersebut ditengarai karena mobil ini akan dekat sekali dengan produksi dan akan dibandrol dengan sangat terjangkau. Hal itu berarti Renault tidak akan mengikuti langkah BMW yang membangun hybrid-nya di atas dasar karbon fiber yang berharga sangat mahal.

“Mengurangi berat adalah penting untuk mobil diesel dan bensin, tetapi kurang sesuai dengan EV (Electronic Vehicle),” papar Remi Bastien, kepala riset Renault. Seperti dilansir Auto Express, Remi berkata bahwa berat dapat digunakan untuk membantu pengereman regeneratif dalam sebuah EV, guna menghasilkan energi kinetik yang lebih ketika ingin melambat.

Walau detil mesin belum dikeluarkan, Renault mengharapkan hybrid-nya ini akan dapat mengeluarkan 117mpg dalam siklus campuran Eropa. Apakah mobil tersebut akan menggunakan mesin diesel atau bensin, juga belum ada kejelasan. Tetapi sebuah motor listrik yang dihubungkan ke sebuah sistem baterai akan menjadi bagian dari penggerak tersebut.

Berita ini mengejutkan, karena Renault dari dulu menghindari teknologi hybrid demi model full elektrik. Tetapi persaingan yang berat akhir-akhir ini memaksa mereka untuk mengeluarkan model hybrid. Ditambah lagi dengan adanya insentif finansial yang dikeluarkan pemerintah China dan Perancis terkait pembelian jenis mobil hybrid elektrik diesel atau bensin yang tentunya akan menjadi momen yang tidak bisa dielakkan. Keluarnya konsep model ini di Swiss bulan Maret mendatang diharapkan juga akan dapat membantu tujuan Renault dalam mengurangi rating emisi karbon armadanya hingga kurang dari 80 gram per-km sampai tahun 2020. (MOS)

Editor: Anton Ryadie

Hits: 8

Tinggalkan Balasan