Mobkom-Image-Kuba,-Surga-Bagi-Pecinta-Mobil-Antik

Kuba, Surga Bagi Pecinta Mobil Antik

Berita Terkini
Mobkom-Image-Kuba,-Surga-Bagi-Pecinta-Mobil-Antik
Foto: Istimewa

Kuba, sebuah negara kepulauan di Karibia yang penuh dengan cerita. Selain terkenal akan cerutu, pantai yang indah, dan revolusi legendarisnya, ternyata negara ini memiliki sebuah keunikan khusus.  Sebuah destinasi wisata yang wajib bagi para penikmat otomotif, khususnya para pecinta mobil-mobil aktif.

Jadi janganlah heran jika berkunjung ke Kuba akan terasa seperti terperangkap dalam tahun 1950’an. Yank tanks (Yank tank sendiri adalah istilah slang yang digunakan untuk mobil Amerika lansiran tahun 1950 dan 1960) tua banyak sekali berkeliaran memenuhi jalan. Tidak main-main, mobil klasik malah menjadi sebuah standar di sini daripada sebuah minoritas. Hingga kini, tercatat ada lebih dari 60 ribu mobil-mobil klasik yang masih beroperasi di sana. Chevy 1957, Ford 1953, Dodge 1958 adalah banyak contoh di antaranya. Adakah alasannya?

Kembali ke tahun 1962. Pada saat itu Amerika Serikat memulai embargonya ke Kuba. Hal tersebut tentunya memotong hubungan dagang di antara kedua negara tersebut. Akibatnya suku cadang pun tidak ada lagi yang diimpor ke sana, apalagi model-model terbaru. Itulah sebabnya tidak ada mobil-mobil keluaran baru yang berkeliaran di Kuba. Bahkan sampai sekarang tidak ada dealer pabrikan Asia ataupun Eropa yang beroperasi di negara tersebut.

Jadi, di sana pilihan satu-satunya untuk transportasi adalah kendaraan yang dimiliki dulu sebelum revolusi berlangsung, yaitu mobil-mobil lansiran Amerika yang sekarang dianggap klasik. Bahkan putra sang presiden Fulgencio Batista memiliki sebuah Corvette 1956.

Bagaimana dengan hadirnya mobil-mobil merek Rusia? Itu juga dikarenakan pengaruh dari rezim Uni Soviet yang sempat mendekam di Kuba. Akibatnya merek-merek sepeti Lada, Moskvitch, dan Volga menjadi mobil-mobil impor utama selama era komunis berlangsung. Dan berkat kehadiran merekalah yang membantu hidupnya para mobil-mobil Eropa. Dengan sistem kanibal mesin-mesin diesel dari Rusia pun dicaplok untuk kehidupan mobil-mobil Eropa.

Bagaimana dengan saat ini? Keadaan tersebut masih tetap berlangsung. Pengaruh komunis yang masih kental tetap membatasi kepemilikan pribadi. Akibatnya mobil-mobil klasik pun tetap menjadi primadona di sana. Alih-alih aneh, hal tersebut malah membuat keunikan sendiri dalam negara tersebut. (MOS)

Editor: Anton Ryadie

Hits: 116

Tinggalkan Balasan