Mobkom-Image-Nissan-Pertanyakan-Infrastruktur-Kendaraan-Hidrogen

Nissan Pertanyakan Infrastruktur Kendaraan Hidrogen

Berita Terkini Mancanegara
Mobkom-Image-Nissan-Pertanyakan-Infrastruktur-Kendaraan-Hidrogen
Foto: HybridCars

CEO Nissan Motor Co, Carlos Ghosn, mengatakan pasar tidak akan siap untuk kendaraan berbahan bakar sel dan hidrogen sebelum tahun 2020. Pernyataan tersebut serupa dengan apa yang diungkapkan bos Tesla Motor Inc, Elon Musk, yang juga mempertanyakan masa depan mobil bertenaga hidrogen.

Menurut Ghosn, mobil yang tidak menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakar itu hanya memiliki sedikit infrastruktur pendukung. Tentunya, hal tersebut akan menyulitkan produsen otomotif melakukan pengembangan. Seperti diketahui, Nissan bersama dengan Renault , telah banyak berinvestasi dalam kendaraan listrik. Sementara, Tesla juga sedang gencar-gencarnya melakukan riset untuk membangun mobil sport bertenaga baterai.

Nissan memang sedang mendorong kembali rencananya untuk serius dalam produksi mobil berbahan bakar sel. Namun, pabrikan tersebut masih khawatir akan lemahnya minat investor membangun infrastruktur pendukung bagi kendaraan-kendaraan dengan energi terbarukan tersebut.

Kekhawatiran senada sebenarnya juga dialami Toyota Motor Corp dan General Motors Co, yang telah berinvestasi dalam teknologi bahan bakar sel, sebagai alternatif untuk kendaraan listrik. Mereka dihinggapi rasa cemas tentang masa depan kendaraan ini, terutama dalam hal biaya, keamanan, jangkauan yang terbatas dan akses ke fasilitas pengisian.

Toyota, dan belakangan juga Honda Motor Co, mengatakan mereka berencana untuk menjual mobil bertenaga hidrogen pada tahun 2015. Toyota bekerja pada penelitian sel bahan bakar kendaraan dengan BMW. Para produsen mobil Jepang itu juga siap menampilkan versi konsep mobil bertenaga hidrogen di pameran Tokyo Motor Show. (ATN)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan