Mobkom-Image-Mobil-Listrik-Cepat-kehilangan-Nilai-Jual

Mobil Listrik Cepat kehilangan Nilai Jual

Berita Terkini Mancanegara
Mobkom-Image-Mobil-Listrik-Cepat-kehilangan-Nilai-Jual
Foto: Automotive Fleet

Mobil listrik ternyata bukan barang investasi yang baik. Pasalnya, mobil jenis tersebut kehilangan nilai mereka lebih cepat daripada rata-rata mobil bermesin bahan bakar. Setidaknya, itulah hasil riset yang dirilis Forbes.

Pada hasil riset tersebut, tercantum mobil-mobil seperti Nissan Leaf, Lincoln MKS dan Ford Taurus. Semua diperkirakan hanya mampu mempertahankan sekitar 36 persen dari harga awal mereka setelah 36 bulan dipakai.

“Mobil-mobil yang berada di daftar tersebut memang kendaraan listrik,” papar Eric Ibara, direktur konsultasi barang residu untuk Kelley Blue Book, Irvine, California, yang telah menerbitkan Kelly Blue Book Official Residual Value Guide atau buku panduan barang residu, sejak 1982.

Kendaraan listrik, yang bertenaga baterai seperti Nissan Leaf atau Chevy Volt plug-in hybrid, memiliki dua kelemahan dalam hal retensi nilai. Yang pertama adalah matematika. Nilai sisa adalah perkiraan berapa nilai jual kembali pada akhir sewa. Praktisnya, kebanyakan mobil terdepresiasi  40 persen setelah mereka dibeli , atau rata-rata 55 persen setelah tiga tahun.

Kedua , analis seperti Kelly Blue Book dan ALG Inc memiliki sikap skeptis tentang permintaan konsumen untuk kendaraan listrik . Teknologi ini masih relatif baru. Volumenya amat terbatas, sehingga biaya perawatannya tinggi. Penjualan Nissan Leaf memang  naik hampir tiga kali lipat pada tahun 2013, menjadi sekitar 18 ribu setelah 10 bulan. Namun, penjualan itu terhitung lebih lambat dari yang diharapkan. (ATN)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan