Mobkom-Image-Michelin-Bangun-Pabrik-Karet-Sintetis-di-Banten

Michelin Bangun Pabrik Karet Sintetis di Banten

Berita Terkini
Mobkom-Image-Michelin-Bangun-Pabrik-Karet-Sintetis-di-Banten
Foto: Dedi Sofyan

Compagnie Financière Groupe Michelin, yang dikenal sebagai produsen ban kelas dunia, bekerja sama dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) akan membangun pabrik karet sintetis di Kota Cilegon, Provinsi Banten.

“Kami sepakat untuk membangun pabrik karet sintetis (synthetic rubber) yang nantinya akan dikelola PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI),” kata Presiden Direktur PT CAP, Erwin Ciputra, awal pekan ini.

Peresmian kerja sama ini merupakan tindak lanjut perjanjian PT Petrokimia Butadiene Indonesia, anak usaha CAP, dengan Michelin yang ditandatangani Juni 2013 lalu. General Managing Partner dan CEO Group Michelin, Jean Dominique Senard, pun angkat bicara. Dia mengatakan kerja sama ini menujukkan komitmen jangka panjang Michelin untuk Indonesia.

Menurut Jean, Michelin dikenal sebagai perusahaan yang terus melakukan inovasi serta memproduksi produk ban ramah lingkungan. Pabrik karet sintetis yang akan dibangun di Indonesia ini merupakan industri padat modal dan memiliki teknologi tinggi, sehingga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian. “Untuk selanjutnya, seluruh pekerja di pabrik karet sintetis ini akan dilatih terlebih dahulu, sehingga saat beroperasi nanti semua dapat berjalan dengan baik,” ujar Jean.

Pembangunan pabrik itu sendiri dijadwalkan dimulai 2015, serta diharapkan selesai dan beroperasi pada awal 2017. Erwin menjelaskan, mulai dari 2017 itulah selanjutnya PT Synthetic Rubber Indonesia akan memproduksi “polybutadiene rubber” dengan “neodymium catalyst” dan “solution styrene butadiene rubber”, berkapasitas 120.000 ton, yang merupakan bahan baku industri ban ramah lingkungan.

“Hal ini seiring tren pemakaian ban ramah lingkungan, baik di Indonesia maupun dunia. Kehadiran PT Synthetic Rubber Indonesia diharapkan memberi kontribusi positif bagi ekonomi Indonesia dengan berkurangnya impor bahan baku, serta meningkatkan ekspor ban,” beber Erwin. (MOS)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan