Mobkom-Image-BMW-Aplikasikan-Fiber-Karbon-di-Seri -i3

BMW Aplikasikan Fiber Karbon di Seri i3

Berita Terkini Teknologi
Mobkom-Image-BMW-Aplikasikan-Fiber-Karbon-di-Seri -i3
Foto: Treehugger

Perkembangan industri otomotif selalu menyimpan kejutan tak terduga. Inilah tampaknya yang dilakukan BMW dalam besutan terbarunya. Tidak mau ketinggalan dengan kompetitor mobil listrik lainnya, BMW membuat sebagian besar bodi BMW i3 dari fiber karbon.

BMW menggunakan serat kawat yang hitam dan tipis ini untuk membuat kerangka bagi BMW i3. Ini adalah langkah pertama dari sebuah model mobil yang menggunakan fiber karbon untuk diproduksi secara massal. Hal ini juga mewakilkan sebuah terobosan terbesar dalam sejarah pembuatan otomobil sejak dimulainya pembuatan rangka full alumunium pada tahun 1980.

Strategi itu sebenarnya sudah dimulai sejak enam tahun yang lalu ketika Norbert Reithofer, CEO BMW yang baru, ditunjuk. Dia mengamati tren industri dan menyimpulkan meningkatnya kesadaran terhadap lingkungan akan membuat regulasi emisi lebih ketat dan dapat membuat masa depan dari pada pembuat sedan seri 5 menjadi tidak stabil.

Sejak saat itu dimulailah proyek joint venture BMW dengan SGL Carbon SE, tahun 2009, yang bertujuan untuk memproduksi bahan fiber karbon. Karena kepentingan proyek tersebut maka BMW harus membuat strategi diam-diamĀ  yang memindahkan penelitian ke Wiesbaden. Untuk mengamankan posisinya di sana, pabrikan asal Jerman tersebut membeli 16 persen saham untuk melawan Volkswagen Group yang juga memegang 10 persen saham. Susanne Klatten, anggota dari keluarga Quandt yang mengasai BMW juga membeli 27 persen dari SGL, dimana kini kedudukan BMW dalam perusahaan itu menjadi benar-benar aman dari jangkauan lawan-lawan mereka.

Karbon fiber sendiri dikenal sebagai sebuah material yang lebih tipis dari rambut manusia dan lebih keras dari baja. Karena bobotnya yang ringan dan kuat bahan ini terkenal sangat mahal. Mobil elektrik BMW i3 menjadi mobil pertama yang diproduksi secara massal yang menggunakan bahan tersebut. Mobil ini sudah dirilis di Jerman dan akan diluncurkan di berbagai negara di belahan dunia pada beberapa bulan mendatang. (MOS)

Editor: Anton Ryadie

Hits: 17

Tinggalkan Balasan