home Berita Terkini, Teknologi Mobil Pintar Kini Rentan Diretas

Mobil Pintar Kini Rentan Diretas

Mobkom-Image-Mobil Pintar Kini Rentan Diretas
Foto: Istimewa

Kecanggihan dunia teknologi ternyata juga bisa berdampak buruk. Kejahatan cyber, misalnya. Kini tak hanya merasuki dunia teknologi informasi, tetapi sudah melebar ke ranah otomotif. Lewat kejahatan cyber tersebut, mobil pintar kini rentan diretas.

Para penjahat kini mulai mengincar microprocessor yang terdapat dalam mobil-mobil terbaru. Mereka meretas chip dalam microposcessor tersebut, sehingga unit pengendali mesin bisa lumpuh total. Seperti diketahui, mobil-mobil yang dirilis pabrikan belakangan ini memang menggunakan teknologi informasi yang kerap dipakai pada sistem komputer. Pengaplikasian teknologi ini memang membuat kinerja mobil menjadi lebih baik, terutama dalam hal akselerasi, pengereman dan sistem kemudi.

Namun, di sisi lain, kecanggihan ini menimbulkan kerentanan penyimpangan digital. Peretasan terhadap mobil-mobil ‘pintar’ ini menjadi penanda rentannya mobil dengan sistem komputer yang dapat ‘dibajak’ oleh peretas hanya melalui komputer jinjing.

Lalu, bagaimana cara meretasnya?  Pada 2013, kasus peretasan pertama kali terungkap. Adalah sekelompok peneliti universitas yang dikenal sebagai Center for Automotive Embedded System Security (CAESS), telah  menerbitkan rincian tentang temuan pada model sistem komputer tertentu.

Menanggapi studi itu, kontributor Helium Leigh Goessl menyatakan investigator mencoba mencolokkan laptop ke port diagnostic yang ada di mobil. Port ini merupakan fitur umum pada kendaraan masa kini. Ketika tersambung, peneliti memiliki kendali penuh terhadap fungsi dasar mobil, seperti kemudi, pengereman, radio playback, pengatur suhu, dan pengunci pintu.

“Karenanya, ke depan, saat menelurkan mobil-mobil pintar, para produsen semestinya harus menciptakan sebuah sistem yang mampu menangkal aksi peretas. Pasalnya, teknologi baru itu tidak hanya membuat produk mereka makin nyaman digunakan, tetapi mereka juga wajib menciptakan sistem keamanan yang mumpuni,” papar CEO Securoris, Rich Mogul. (ATN)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan