home Berita Terkini Sanksi Tegas Menanti Sopir Bus Perokok

Sanksi Tegas Menanti Sopir Bus Perokok

Mobkom-Image-Sanksi Tegas Menanti Sopir Bus Perokok
Foto: Dedi Sofyan

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta terus melancarkan aksi untuk menertibkan angkutan umum. Kali ini, mereka akan memberi sanksi tegas kepada sopir dan kondektur bus yang kedapatan merokok saat mengoperasikan kendaraannya.

Diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta, Udar Pristono, pihaknya siap menindak tegas sopir dan kondektur perokok di dalam transportasi publik. Saat ini, perbuatan yang telah masuk kategori pelanggaran itu memang banyak terjadi. Bahkan, Dishub DKI Jakarta tidak segan-segan untuk mencabut izin angkutan yang bersangkutan. “Awalnya bisa diberi teguran keras. Namun bila diulangi, sanksi tegas telah menanti,” papar Udar.

Ditambahkannya, langkah yang diambil Dishub tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, aturan dilarang merokok untuk sopir dan kondektur itu sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88/2010 Pasal 27. Ini juga implementasi dari Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35/2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang. Dalam pasal 82 butir e diatur pengemudi kendaraan umum tak boleh merokok ketika berkendara.

Selain itu, banyak juga keluhan dari masyarakat pengguna angkutan umum, terutama dari angkutan kecil. Mereka kerap terganggu asap rokok yang berasal dari sang sopir atau kondektur. Seperti dirilis Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), mereka menerima banyak aduan dari masyarakat soal ini. Transportasi publik, papar lembaga nirlaba tersebut, seharusnya masuk kategori kawasan dilarang merokok. Berdasarkan data mereka, hingga Juli 2013, sudah ada 74 pengaduan dari masyarakat soal ini.

Survei YLKI pun menyebutkan, selama dua pekan pada Maret 2013, ada 32 persen angkutan umum yang ditemukan dengan asap rokok mengepul di dalamnya. Survei ini melibatkan 696 responden di 535 angkutan publik, antara lain mikrolet, Kopaja, Metromini, dan bus besar. Angka tersebut tentu amat memprihatinkan. (DD/ATN)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan