home Berita Terkini, Bus & Truk Quester Beri Jaminan Efisiensi Bahan Bakar

Quester Beri Jaminan Efisiensi Bahan Bakar

Mobkom-Image-Quester Beri Jaminan Efisiensi Bahan Bakar
Foto: UD Trukcs

Biaya bahan bakar adalah perhatian utama untuk semua operator truk, terutama pada faktor bisnis untuk perkembangan pasar. Dengan optimalisasi powertrain, fuel coaching system dari UD Truck dan desain aerodinamis pada kabin, Quester memastikan bahwa setiap mil adalah efisiensi biaya dan membatasi dampak buruk terhadap lingkungan. Quester memberikan penghematan bahan bakar terbaik di kelasnya. Dua mesin alternatif; GH8E dan GH11E, adalah fitur kombinasi keseimbangan yang baik untuk efisiensi bahan bakar.

Diungkapkan Anders Larsson, Vice President UD Trucks, beragam driveline memberikan kemampuan untuk mengoptimalkan powertrain, terkait dengan daya output, transmisi dan rasio gardan belakang. “Powertrain yang baik memastikan efisiensi terbaik untuk pengoperasian mesin setiap saat. Juga memastikan konsumsi bahan bakar yang optimal dan kecepatan rata-rata tinggi saat melintasi jalan berbukit yang curam. Hal ini sungguh unik untuk ditawarkan di pasar Asia,” papar Larsson.

Larsson menambahkan, manfaat lain Quester ada pada kabin. Kabin aerodinamis dari Quester didesain untuk mengurangi tarikan dengan pilihan pemasangan atap dan side air deflector untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.

Meski demikian, dengan lebar cakupan pada tipe produk yang berbeda, bila dikombinasi dengan komponen dimensi dan gardan yang baik, maka akan memberikan penawaran yang tinggi dari GCWs dan GVWs, Quester memaksimalkan muatan dan mengurangi konsumsi bahan bakar per ton yang diangkut.

“Quester juga dilengkapi dengan real-time Fuel Coaching System, yang memberikan respons instan dan dapat memandu pengemudi mengendarai secara ekonomis, pada rata-rata perjalanannya,” ungkap Larsson.  Display memberi informasi saat pengemudi memindahkan gigi, akselerasi atau perlambatan untuk waktu maksimum dalam cakupan efisiensi optimalisasi konsumsi bahan bakar. Quester pun mampu menyimpan data seperti jarak, konsumsi bahan bakar dan sweet spot hingga dengan 15 perjalanan untuk memperbaiki efisiensi transportasi selanjutnya. Sistem ini mudah dipahami dan mudah digunakan.

Sejatinya, konsep dibalik berkendara hemat bahan bakar berdasarkan pada kondisi lalu lintas, sikap proaktif, dan kelembutan pada akselerator. “Untuk menguasainya, dibutuhkan keahlian dan pengalaman panjang dalam mengemudi,” jelas Larsson.  Ditambahkannya, di masa mendatang, sistem telematika yang mengumpulkan semua data pengoperasian akan dengan mudah ditransfer ke komputer untuk analisis. Hal ini merupakan rintisan yang unik untuk manajemen pengemudi yang lebih baik, efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi, dan kontrol biaya yang pro-aktif. (UD/TON)

Catatan Perjalanan Antonius Sulistyo

Tinggalkan Balasan