home Berita Terkini Menimbang-nimbang Pasar LCGC

Menimbang-nimbang Pasar LCGC

Mobkom-Image-Menimbang-nimbang Pasar LCGC
Foto: Istimewa

Deman mobil murah atau LCGC sedang mewabah. Kompetisi antar ATPM dimulai. Pasar pun mulai menuju ke satu titik. Daihatsu, Toyota dan Honda, mengklaim akan menyasar segmen pembeli perdana sebagai target pasar utama dari Ayla, Agya, maupun Satya.

Namun, jika melihat pengalaman sebelumnya, konsumen kelas menengah ataslah yang umumnya membeli mobil yang diluncurkan pertama kali. Para pembeli perdana, yang biasanya memiliki budget terbatas, justru masih harus mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan untuk merogoh sakunya.

Awalnya, beberapa kalangan memang menduga segmen mobil murah atau LCGC ini akan menarik sebagian pasar sepeda motor. Namun, jika melihat selisih harga yang masih terlalu jauh – harga sepeda motor masih berkisar Rp 10-30 juta per unit, kecuali beberapa tipe sport – segmen ini tampaknya juga masih sulit diharapkan.

Lalu, ada prediksi pemilik mobil seken adalah yang paling masuk akal melirik varian jenis ini. Mereka bisa menukar mobilnya dengan LCGC, dengan pertimbangan masalah perawatan. Tentu tidak semua pemilik mobil seken juga yang mau mengganti mobilnya dengan LCGC, terutama untuk yang tak mau beralih dari sedan, MPV, atau SUV.

Sebetulnya, ada segmen lain yang sangat menjanjikan untuk digarap. Itu adalah pasar daerah. Banyak orang tak mengira, daya beli masyarakat daerah sebetulnya tak kalah dengan Jakarta. Butuh keberanian ATPM untuk bermain di daerah dan tak lagi mengandalkan pasar Ibu Kota. Rasanya, sudah waktunya ATPM berpikir ke depan dengan tak lagi mengandalkan pasar Jakarta yang hingga kini masih menyumbangkan 40 persen terhadap total pasar. (ATN)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan