home Berita Terkini Terminal Terpadu Pulogebang Belum Layani Mudik Lebaran

Terminal Terpadu Pulogebang Belum Layani Mudik Lebaran

Mobkom-Image-Terminal Terpadu Pulogebang Belum Layani Mudik Lebaran
Foto: Anton Ryadie/Mobkom

Pembangunan Terminal Terpadu Pulogebang Sentra Timur, Jakarta Timur, seluas 9,08 hektar  tampaknya belum bisa dinikmati masyarakat secara paripurna. Meski sudah bisa digunakan untuk bus Transjakarta Koridor XI (Pulogebang-Kampung Melayu), terminal itu belum bisa melayani musim mudik Lebaran tahun ini, karena diperkirakan baru rampung 100 persen pada 15 Oktober mendatang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terminal tersebut memang masih tampak sepi. Dari luar, terlihat hanya beberapa gelintir masyarakat yang masuk ke terminal tersebut. Awalnya, terminal ini bernama Terminal Terpadu Pulogebang. Namun oleh mantan gubernur Fauzi Bowo, namanya ditambah menjadi Terminal Terpadu Pulogebang Sentra Timur. Hal tersebut karena lokasinya berada di kawasan Sentra Timur.

Walau bukan satu-satunya solusi untuk mengurai kemacetan lalulintas, kehadiran Terminal Pulogebang ini diharapkan dapat membantu mengurangi simpul-simpul kemacetan di ibu kota. Utamanya yang terjadi Jl Raya Bekasi dan Jl Perintis Kemerdekaan, tempat Terminal Pulogadung berada.

Mobkom-Image-Terminal Terpadu Pulogebang Belum Layani Mudik Lebaran
Foto: Anton Ryadie/Mobkom

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, terminal ini dibangun dengan anggaran pembangunan sebesar Rp 448,6 miliar. Sesuai rencana awal, total luas lahan terminal ini mencapai 14,01 hektar. Namun saat ini yang terealisasi baru 9,08 hektar. Sehingga, perlu pembebasan lagi untuk pelebaran areal terminal. Ditargetkan, pembebasan lahan ini dapat terealisasi dengan tambahan anggaran Rp 60 miliar.

Nantinya, di terminal Pulogebang ini penumpang dibuat nyaman dan aman. Sebab ada ruangan khusus untuk pejalan kaki. Sehingga tidak ada lagi orang berjalan di emplasement terminal. Terminal ini juga menyediakan ‘park and ride’, sehingga pemilik kendaraan dapat memarkir kendaraannya dan beralih ke angkutan umum. Selain itu juga disiapkan sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas. (ATN)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan