home Berita Terkini Bus Maut itu Ternyata Bukan Bus Baru

Bus Maut itu Ternyata Bukan Bus Baru

Mobkom-Image-Bus Maut itu Ternyata Bukan Bus Baru
Foto: Istimewa

Bus Giri Indah yang mengalami kecelakaan di wilayah Puncak, Jawa Barat, dan memakan korban meninggal 19 orang tersebut, ternyata memang bukan bus baru. Menurut Hadi, salah seorang petugas dari PO Giri Indah, umur bus naas itu memang sudah agak lama. Sehari-hari, bus itu mengangkut penumpang untuk trayek di Pulau Jawa, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Yogyakarta.

Namun begitu, papar Hadi, penyebab pasti kecelakaan belum bisa disimpulkan. Jadi, saat ini tak bisa menuding kesalahan ada di sarana transportasi, faktor pengemudi, atau penyebab lain. “Ada pihak yang lebih berwenang menyelidiki kasus ini. Kami sendiri sedang menunggu hasilnya,” papar Hadi.

Ia menambahkan, saat dioperasikan bus tersebut dalam keadaan baik-baik saja. Hadi juga memastikan bus itu hanya menjemput saja, tidak sempat mengantar para penumpang yang merupakan jemaat gereja. Tak ada sewa menyewa, karena para jamaat memiliki kedekatan dengan pemilik bus.

Banyak Spekulasi

Saat ini memang beredar banyak spekulasi mengenai penyebab kecelakaan bus tersebut. Pihak Kepolisian Jawa Barat, sementara menduga kecelakaan tersebut karena rem tidak berfungsi dengan baik. “Saat peristiwa terjadi, bus melaju dari arah Puncak menuju arah Ciawi. Setibanya di lokasi kejadian, bus bergerak ke kanan jalan dan menabrak warung serta mobil pikap Suzuki Carry bernomor polisi F 8237 FK yang diparkir di depan warung,” papar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Martinus Sitompul.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan menyatakan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi terhadap kecelakaan tersebut. Diungkapkan Direktur Keselamatan  Transportasi Darat, Hotma Simanjuntak,  KNKT pasti akan menangani. Tapi kaitannya untuk rekomendasi, bukan yuridiksi. Saat ini Kementerian Perhubungan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan.

Seperti diketahui, bus bernasib malang dengan nomor polisi B 7297 BI itu mengangkut rombongan jemaat Gereja Bethel Indonesia-Rahmat Emmanuel Ministry (GBI-REM) Kelapa Gading, yang berjumlah 60 orang. Mereka dalam perjalanan pulang seusai melaksanakan ibadah puasa tiga hari atau biasa disebut Puasa Ester. Dalam perjalanan pulang, Rabu (22/8) sekitar pukul 08.30 WIB, bus itu masuk jurang di Sungai Ciliwung, Jalan Puncak-Cianjur Km 88, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. (ATN)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan