home Berita Terkini Bisnis Cutting Sticker Incar Kendaraan Komersial

Bisnis Cutting Sticker Incar Kendaraan Komersial

Mobkom-Image-Bisnis Cutting Sticker Incar Kendaraan Komersial
Foto: Istimewa

Bisnis dan industri kreatif cutting sticker memang masih menjadi tren saat ini. Di kota-kota besar, bisnis ini laksana cendawan di musim hujan. Usaha ini sangat menarik karena mempunyai pangsa pasar yang besar, terutama untuk kendaraan komersial. Pasalnya, konsumen bisa mendapatkan identitas gambar atau tulisan sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Sejahtera Cutting Sticker salah satunya. Usaha kreasi tempel menempel skotlet yang berlokasi di Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, ini memang cukup sering kebanjiran order, terutama dari mobil-mobil komersial seperti mobil boks, truk, mini bus dan bus besar.

“Kita memang mengincar kendaraan komersial. Seperti di tempat lain, di sini kita menyediakan custom design. Jadi selain kita membuat beberapa model stiker, pelanggan dapat menentukan sendiri identitas perusahaan, gambar dan desain yang mereka inginkan. Kita akan buatkan sesuai yang mereka mau,” beber Ary, salah seorang seniman kreatif Sejahtera Cutting Sticker, saat ditemui akhir pekan lalu.

Soal harga, dijelaskan Ary, biasanya, pesanan ‘custom design’ berharga mulai Rp 50-100 per-sentimeter persegi, tergantung bahan skotlet yang digunakan. Berapa pun ukuran stiker yang diinginkan pelanggan, tinggal dikalikan saja panjang dan lebarnya. Harga tersebut, boleh dibilang relatif murah untuk sebuah ide unik yang menampilkan karakter pemilik kendaraan, karena dijamin tidak ada orang lain yang memakai konsep desain serupa.

Mobkom-Image-Bisnis Cutting Sticker Incar Kendaraan Komersial
Foto: Istimewa

Bicara soal variasi, tingkat kesulitan serta bentuk stiker juga bisa menentukan harga. Bahan yang digunakan dalam bisnis ini juga harus menggunakan material yang tidak merusak cat. Bahan Oracal misalnya, sangat aman untuk cat kendaraan.

“Itulah menariknya bisnis ini. Peluangnya cukup baik, karena para pelanggan akan memiliki identitas atau hiasan di kendaraan mereka tanpa ada yang menyamainya. Kan’ konsepnya mereka yang buat sendiri,” tegas Ary.

Lebh lanjut diungkapkan mengenai bisnis ini, menurut Ary, jika sudah memiliki tempat, tentu modal usaha bisa ditekan, karena yang paling mahal adalah tempat. Di Jakarta Barat saja, sewa tempat usaha berukuran kecil bisa mencapai Rp 8-Rp10 juta. Belum lagi untuk biaya membeli mesin pemotong stiker serta biaya lainnya.

“Tetapi kalau soal mesin peralatan, serta SDM, masih terasa ringan kalau tempat usaha milik sendiri. Karena harga mesin masih bisa disesuaikan dengan isi dompet. Sehingga, pebisnis dengan modal cekak masih bisa terjun ke bisnis ini dengan membeli mesin yang berukuran kecil, yang harganya minimalis,” urai Ary. (ATN)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan