Mulai Ramadhan, Truk Besar Dilarang Lewat Pantura

Para pengusaha yang menggunakan angkutan truk besar dan harus melintasi wilayah Pantai Utara (Pantura), nampaknya harus berpikir lebih keras. Pasalnya,  pemerintah sudah matang menerapkan aturan pelarangan truk-truk besar untuk lewat jalur tersebut. Rencananya, pelarangan ini akan dimulai pertengahan ramadhan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Humas dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI), Edib Muslim, melalui milisnya kepada insan pers pekan ini. Menurutnya, aturan itu bertujuan meminimalisir penggunaan BBM berlebih di darat, mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas – khususnya selama musim arus mudik – , meminimalisir resiko rusaknya jalan raya, serta menambah daya saing logistik pelabuhan.

Ia menambahkan, saat ini mobilitas truk-truk besar banyak menggunakan jalur darat, khususnya pantura. Padahal, biaya logistik untuk bahan bakar bisa ditekan apabila kendaraan-kendaraan ini menggunakan transportasi laut. “Kepada kawan-kawan di dunia bisnis dan transportasi yang menggunakan truk besar sudah kita komunikasikan. Mudah-mudahan pelaksanaannya bisa berlangsung lancar. Selanjutnya, angkutan-angkutan truk besar tersebut akan kita alihkan melalui laut,” ungkap Edib.

Lebih jauh diungkapkan,  risiko penambahan biaya akibat kerusakan jalan juga menjadi pertimbangan aturan ini. Angkutan truk dengan beban yang berat akan mempercepat proses kerusakan jalan. “Banyak truk yang overload lewat jalan darat, jalannya menjadi rusak. Kalau buat jalan baru kan perlu pembebasan tanah, kalau lewat  laut kan nggak perlu,” tegasnya. (ATN)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan