home Berita Terkini Dilarang Lewat Pantura, Pengusaha Protes

Dilarang Lewat Pantura, Pengusaha Protes

Diberlakukannya pelarangan truk-truk besar melewati jalur pantura mulai ramadhan ini, membuat kalangan pengusaha protes. Menurut mereka, pengalihan transportasi truk besar melalui jalur laut malah akan memakan biaya lebih dan menyebabkan waktu pengiriman barang menjadi semakin lama.

Khumaedi Umed, Direktur PT. Mitra Pemuda – salah satu perusahaan konstruksi baja yang kerap menggunakan truk besar dan melewati jalur pantura untuk mengangkut produksinya – saat dikonfirmasi mengeluhkan hal ini. Menurutnya, pengalihan lewat laut akan membuat tenggat waktu pengiriman tidak sesuai yang diharapkan. “Lewat laut bisa lebih lama. Antrian di pelabuhan kadang tak bisa kita perkirakan. Dan itu bisa membuat pembengkakan biaya pengiriman,” paparnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Arman Yahya. Menurutnya, hanya pada masa mudik lebaran pemerintah boleh menerapkan aturan ini. Jika peraturan ini diberlakukan berkelanjutan, dia menolak. “Kalau dalam rangka mengantisipasi mudik itu boleh.  Bisa jadi salah satu kebijakan menghindari kemacetan dan kecelakaan. Tapi untuk jangka terus menerus hal itu tidak ekonomis,” ungkap Arman.

Ia menambahkan, tidak ekonomisnya kapal untuk sandar dan berangkat itu karena memakan waktu. Misalkan truk bawa barang yang harganya sampai Rp 100 juta, logistik itu akan menumpuk. “Uang itu numpuk. Ibarat menyimpan barang di rumah dan tidak bernilai ekonomis,” tegasnya. (ATN)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan