home Berita Terkini, Mancanegara Alternatif Karet Alam Produsen Ban

Alternatif Karet Alam Produsen Ban

MobKom-Image-Mancanegara-Alternatif-Produsen-Ban
Alternatif Karet Alam Produsen Ban

Meskipun para produsen ban tidak dalam krisis akan karet alam sebagai sumber utama pembuatan ban. Tetapi melambungnya harga karet mentah telah meningkat secara dramatis selama 10 tahun terakhir yang berkontribusi terhadap harga kenaikan ban.

Para produsen utama karet alam di Asia Selatan dan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand dan beberapa negara Afrika Barat. Semuanya merupakan negara dengan daerah yang rawan terhadap badai mosun dan kondisi cuaca ekstrim, seperti yang melanda Thailand pada tahun 2011. Hal tersebut yang juga kerap membuat pasokan bahan baku menjadi tak terduga.

Tanaman karet juga telah menjadi komoditas yang diperdagangkan, yang mengarah ke investasi spekulatif sehingga mendorong kenaikan harga. “Ini bukan seperti pasar minyak,” kata Bill Niaura, Direktur Bridgestone Amerika divisi pengembangan bisnis baru. “Ada poin di mana harga ekonomi mulai masuk akal untuk mengeksplorasi dan mengebor minyak disumber-sumber lain, dan kita sekarang berada pada titik di mana industri karet juga masuk akal untuk mencari alternatif lain,” tambahnya.

Tanaman Guayule

Ada sekitar 2.000 spesies tanaman yang dapat memproduksi karet alam, tetapi pohon Hevea adalah yang paling produktif. Dalam sejarah bisnis karet hanya satu spesies lain, yakni tanaman Guayule yang telah digunakan dalam produksi karet dalam kegiatan industri.

Pada tahun 1920, Intercontinental Rubber Co. di California memproduksi 1.400 ton karet Guayule setelah penyakit hawar daun menghancurkan industri karet di Brasil. Tanaman Guayule juga menjadi pengganti pohon Hevea, yang getah karetnya diambil selama Perang Dunia II ketika Jepang memotong pasokan America’s Malaysian latexs, kata Dennis T. Ray dari the School of Plant Sciences, University of Arizona at Tucson. “Sayangnya perang berakhir sebelum pertanian skala besar tanaman guayule dimulai, dan proyek ini kemudian dibatalkan.”

Berbeda dengan pohon Hevea yang tumbuh di daerah beriklim tropis, Guayule tumbuh di iklim kering dari barat daya Amerika Serikat dan bagian negara Arizona merupakan tempat yang sangat cocok untuk tanaman ini untuk berkembang.

Sebuah konsorsium yang terdiri dari Cooper Tire & Rubber Co., Yulex Corp., Arizona State University and the Agricultural Research Service of the U.S. Department of Agriculture yang bekerja di bawah Penelitian Biomassa mendapat hibah sebesar 6,9 juta dolar AS dari USDA dan Departemen Energi AS. Untuk merupakan upaya bersama antara USDA dan DOE dalam mengembangkan bahan baku untuk bio-fuel dan produk lain berbasis bio, termasuk karet dari tanaman Guayule.

Para anggota konsorsium bertujuan untuk memanfaatkan biopolimer yang diekstrak dari guayule sebagai pengganti minyak bumi berbasis sintetis dan tropis berbasis karet alam yang digunakan dalam pembuatan ban. Sementara itu, Bridgestone memiliki rencana sendiri untuk penelitian Guayule dengan membuat perkebuan dekat Eloy, Arizona, dan pusat penelitian di Mesa, Arizona, AS.

Perkebunan 281 hektar di Eloy akan berfungsi sebagai dasar operasi penelitian pertanian dan akan memasok Guayule untuk pusat penelitian proses di Mesa. “Guayule adalah polimer yang sama dengan tanaman karet, tetapi diversifikasi pasokan kami, dalam hal biologi tanaman dan regionalitas masih domestik Amerika, Guayule bukan tanaman komersial, jadi kita harus mengembangkan aspek pertanian serta aspek proses,” tutup Niaura.(AGL)

Editor : Gilang Satria

Tinggalkan Balasan