home Berita Terkini, Teknologi Diesel Common Rail

Diesel Common Rail

Mobkom-Image-Teknologi-Diesel-Common-Rail
Mesin Diesel Common Rail

Mesin Diesel  yang dulu dianggap sebagai penyumbang polusi dan asap hitam tebal  sekarang akan memudar. Pasalnya para produsen mobil sekarang giat menerapkan teknologi common rail direct injection (CRDI). CRDI lahir untuk menuntaskan masalah yang ada pada solar saat proses pembakaran di dapur pacu. Hasilnya pembakaran yang jauh lebih cepat dan sempurna, sehingga ramah lingkungan.

Partikel pada solar lebih berat sehingga lebih sulit hancur ketimbang bensin. Untuk meningkatkan proses penghancuran partikel tersebut, tekanan solar yang dimasukkan keruang bakar ditingkatkan dengan pompa injeksi bertekanan tinggi. Tekanan yang disalurkan dapat diatur menurut putaran mesin sehingga jumlah solar yang dimasukkan dapat disesuaikan menurut kebutuhan dan batasan tertentu.

Generasi pertama CRDI dirancang agar mampu memberikan tekanan sampai dengan 1,350 bar atau 20,000 psi. Saat ini teknologi tersebut dapat menghasilkan tekanan mencapai 1800 bar, sehingga menuntut adanya material pipa khusus yang kuat. Dengan sistem ini selain dapat menghemat bahan bakar hingga 20% dan menurunkan emisi gas buang, noise-pun dapat direduksi karena pembakaran yang optimal serta tenaga yang dihasilkanpun akan meningkat hampir dua kali lipat dibanding mesin diesel yang lama.

Satu-satunya kelemahan yang masih mengganjal, teknologi CRDI membutuhkan solar berkualitas tinggi. Di Indonesia sendiri solar yang direkomendasikan hanya Petra-DEX, kandungan sulfur dan oktan pada solar Pertamina ini dianggap yang paling cocok untuk mesin diesel terbaru ini. Sayangnya ketersediaan solar yang masih langka di SPBU dan harganya yang jauh lebih mahal ketimbang solar biasa, membuat ATPM dan masyarakat harus “memodifikasi” sedikit mesin dieselnya. (AGL)

Editor : Antonius Sulistyo

Tinggalkan Balasan